Kepsek SDN Ngringin Akui Ada Fasilitas Rusak Tapi Belum Dilaporkan
Senin, 11 November 2019 05:15 WIB

fasilitas+SDN+Ngringinan+rusak

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kepala SDN Ngringin Concongcatur, Depok, Sleman, Bambang Purwoko S.Pd membenarkan bila ada fasilitas di sekolahnya yang mengalami kerusakan. Hanya saja, kerusakan itu belum dilaporkan dan diajukan untuk perbaikan.

Kepastian ini merespons pernyataan anggota Forum pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman, Taufik Bsc yang menyebut bahwa ada bagian bangunan sekolah di SDN Ngringin yang berpotensi roboh. Sayangnya kondisi itu belum mendapat atensi dari instansi terkait.

Baca juga

Menurut Bambang, ada 6 ruang dinas kondisinya rusak tapi dia mengklaim tidak terlalu parah. Kondisi itu sudah ada sejak dia bertugas 1 tahun terakhir ini. keenam ruang itu, tiga ruang digunakan untuk rumah dinas dan 3 ruang sebagai gudang.

Di sisi lain, Bambang mengatakan pada 2020 pihaknya akan meminta untuk ditinjau kondisi beberapa kusen sudah dimakan rayap, sehingga perlu penggantian. Selama ini kondisi kusen dibiarkan tak tersentuh dengan alasan masih memungkinkan digunakan. Tapi kondisinya belakangan semakin parah.

Kondisi ini tentu mengherankan karena seolah enggan memperkirakan kondisi bangunan di lingkungannya sendiri, sehingga harus menunggu kerusakan parah terlebih dulu baru diajukan untuk perbaikan.

Pada tahun yang sama, pihaknya juga akan mengajukan untuk peningkatan kualitas bangunan berupa pemasangan keramik bagian teras yang terdiri 7 kelas. Pihaknya juga akan meminta

Kepala Bidang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto ST MA mengatakan, berdasarkan laporan hasil survei ke lokasi di SDN Ngringinan, Condongcatur, Depok, tidak ada ruang kelas maupun ruang lain yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) yang kondisinya membahayakan.

"Pihak sekolah juga tidak merasa mengajukan permohonan sarpras, bahkan dalam data sarpras- nya semua tertulis dalam kondisi baik, foto-foto itu merupakan rumah dinas yang tidak dipakai," tandasnya.

Namun demikian, ungkapnya pada sebagian bangunan tersebut memang terdapat rumah dinas yang terdiri 6 ruang dan memang perlu perbaikan. "Tapi tidak semua rumah dinas digunakan, hanya 3 rumah dinas digunakan oleh guru dan dipastikan bahwa ruang  itu tidak dimanfaatkan untuk KBM," ungkap dia.

Diakuinya, memang terdapat ketersediaan anggaran pada Disdik, sehingga belum mampu menjangkau perbaikan dari keseluruhan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan dan perlu pembenahan, sehingga pihaknya menerapkan skala prioritas.

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News