KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Kulon Progo menjadi salah satu daerah di DIY yang sudah memiliki Taman Budaya, selain Gunungkidul. Namun fasilitas yang dibangun sejak 2014 silam itu sudah mulai mengalami kerusakan pada bagian gedung.
Kondisi ini mendapat atensi dari DPRD Kulon Progo. Dewan meminta agar instansi terkait melakukan perawatan pada gedung yang dibangun dengan dana puluhan miliar tersebut.
Baca juga
Hasil pantauan di lokasi didapati adanya sejumlah keretakan, baik berupa tiang penyangga pada dinding pagar sisi sebelah selatan, kerusakan plafon pada gedung auditorium maupun kerusakan pada salah satu titik jaringan listrik pada salah satu bangunan. Selain itu terdapat pula pemasangan lantai keramik yang tidak rapi sehingga tampak adanya rongga antar segmen keramik pada lantai salah satu bangunan.
Sekretaris Fraksi PAN, Priyo Santoso SH MH menyayangkan adanya sejumlah kerusakan pada bagian bangunan gedung Taman Budaya yang pembangunannya menelan biaya mencapai Rp 42 miliar. “Meski tidak meyeluruh tapi kerusakan yang ada cukup disayangka,” ujar Priyo
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/10-2019/Instalasi-rusak--08-20.jpg)
“Seharusnya dari PU dan Dinas Kebudayaan bisa koordinasi sehingga adanya keretakan – keretakan dan kerusakan itu meskipun skalanya masih terbatas bisa segera diatasi. Perlu dipikirkan juga untuk sarana penunjang yang lain agar pengunjung taman budaya lebih nyaman,” papar anggota dewan yang sudah menjabat selama tiga periode ini.
Seperti diketahui gedung Taman Budaya Kulon Progo ini dibangun di atas tanah kas Desa Pengasih seluas sekitar 4,2 hektare dan terus dilakukan pembenahan – pembenahan sejak mulai dibangun hingga mencapai empat tahap pembangunan. Di sejumlah titik dalam komplek gedung Taman Budaya ini, tampak adanya beberapa tanaman hias yang daunnya mulai mengering tanpa adanya sentuhan perawatan.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/10-2019/rongga--08-20.jpg)
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |