SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Belum hilang dari ingatan peristiwa banjir di Jalan Palagan Tentara Pelajar yang terjadi pekan lalu. Peristiwa itu membuat geger lantaran baru terjadi setelah sekian lama. Desakan agar ada atensi seius pemerintah khususnya dalam penataan drainase pun terus menggema.
Salah satunya diungkap Kades Sariharjo, Ngaglik, Sarbini S.Sos. menurutnya banjir besar yang terjadi di wilayahnya itu baru pertama kali terjadi dalam 40 tahu terakhir. Ia sendiri kaget karena terjadi peristiwa seperti itu di wilayahnya.
Baca juga
“Selama 40 tahun ya baru kemarin itu terjadi. Selama ini belum pernah ada penanganan serius soal drainase,” kata Sarbini saat berbincang dengan media ini di ruang kerjanya.
Menurut dia, perlu penanganan segara dan penataan sistematis terkait drainase. Desa, kata dia, tidak punya kekuatan dan payung hukum untuk berbuat lebih. Salah satunya mengenai ‘gorong-gorong’ maupun penutup saluran di depan rumah.
“Warga yang ekonominya biasa-biasa saja asal ditutup yang penting bisa dilalui. Ada juga yang punya modal dibuat sesuai dengan aturan, tapi tidak banyak. Nah kalau misal dari Provinsi tidak merasa memiliki 5-10 tahun ke depan bisa lebih parah,” terangnya.
Lebih jauh Sarbini mengungkapkan, tak kalah pentingnya adalah masyarakat agar mau berbenah dan tidak selalu merasa paling benar. Terkait ini ia menyesalkan tidak pernah adanya edukasi dan pendekatan kepada masyarakat baik dari provinsi maupun pusat.
“Kami dari desa hanya bisa mengingatkan saja, mengundang warga ke sini memberi tahu yang ada di depan rumahnya tidak sesuai. Hanya sebatas itu. Edukasi lain-lainnya tidak pernah ada sampai saat ini,” terangnya.
Dia berharap peristiwa yang terjadi pekan lalu tidak terulang mengingat hujan masih sering turun mengguyur DIY. “Penanganannya perlu integrasi dari hulu sampai hilir, tidak bisa separuh-separuh. Harus semuanya,” tambahnya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |