BANTUL (wartakonstruksi.com) – Untuk memastikan proyek pembangunan rumah susun pondok pesantren Ali Maksum Krapyak selesai tepat waktu, pelaksana diminta untuk terus meningkatkan progres pekerjaannya.
"Saya minta kontraktor pelaksana untuk terus meningkatkan progres pekerjaan. Meski saat ini mengalami surplus, jangan sampai menyusut, kalau tadinya surplus 8 persen ya tingkatkan jadi 11, jangan sampai menjadi 5 persen," ungkap PPK Rusun M. Ridwan ST MT ditemui di lokasi proyek, Selasa (15/12/2020).
Baca juga
Pernyataan tersebut, menurutnya, sejalan dengan apa yang direkomendasikan oleh tim pendampingan dari Kejaksaan Tinggi DIY. Namun demikian, kualitas bangunan juga harus tetap menjadi prioritas.
Saat ini pelaksana proyek, Sundus-Bagaskara-Tri, KSO, lanjut dia, memiliki saving sekitar 8 persen. Dengan capaian tersebut dirinya mengingatkan kontraktor untuk hati-hati jangan sampai menurun, kalau bisa savingnya ditambah.
Seperti diberitakan sebelumnya, akhir pekan lalu, progres proyek sudah mencapai 42,7 persen dari target rencana 34 persen. Sedangkan untuk per hari ini, Selasa progres meningkat menjadi 42,75 persen.
Peningkatan itu tentu tidak signifikan, mengingat hanya bertambah 0,05 persen saja. Pantauan media ini dilapangan, para pekerja proyek rusun sedang melepaskan begesting yang sebelumnya digunakan untuk pengecoran.
"Hari ini fokus pekerjaan pada pelepasan begesting, setelah itu meratakan bagian atas yang selanjutnya dipasang atap baja ringan yang saat ini baru proses pabrikasi," ujar Bambang Agus P, Project Manager proyek pembangunan rusun Ponpes Ali Maksum.
Dengan demikian, kata Bambang, pada saat bagian atap sudah siap untuk ditumpangi rangka baja ringan, bahan yang disebut terakhir tadi pun sudah onsite dan siap untuk diinstal.
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : Sodik |