PRIHATIN: Habiskan Dana Miliaran, Embung Batur Ternyata Mangkrak
Senin, 05 Agustus 2019 16:23 WIB

Embung+Batur+nyaris+tidak+tampak

KULONPROGO (wartakonstruksi.om) - Embung Batur yang berada di wilayah Pedukuhan Kamal Desa Karangsari, mangkrak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal sebelumnya embung yang menelan biaya lebih dari Rp 4 MilIar ini direnanakan bisa mengairi lahan pertanian warga dari dua desa, yakni warga Desa Karangsari dan Desa Sendangsari.

Tapia pa mau dikata, kini embung yang berada di aliran Sungai Coplok mengalami kekeringan. Yang lebih menyedihkan sejak selesai dibangun hingga kini belum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh warga setempat.

Baca juga

Pantauan di lokasi embung Batur pada Senin (5/8/2019), kondisi embung tampak memprihatinkan. Selain terkesan kumuh dan tidak terawat, sejumlah dinding dari bangunan utama juga dipenuhi sisa aksi vandalisme. Cat pada dinding tersebut sudah banyak yang mengelupas.

Pada sejumlah bangunan pendukung seperti jalan menuju banguan utama juga tampak pemasangan konblok tidak rapi serta banyak ditemukan rongga di sela – sela antar konblok tersebut serta banyak retakan – retakan dari jalan yang dibuat dengan konblok ini.

{$lg[1]}
Kondisi embung kering kerontang. Bagian embung dimanfatkan warga dengan ditanami rumput gajah. Foto: Bhisma Bharata

Kemudian di jalan setapak menuju bangunan embung ini sudah tertutupi oleh tumbuh - tumbuhan dan rumput liar. Pada bangket yang berada di sisi bangunan utama juga tampak tatanan batu yang tidak diberikan pengaman berupa anyaman kawat (bronjong) serta mulai tampak adanya kerusakan pada dinding yang menopang bangunan embung, berupa pasangan batu yang mulai keropos.

Lebih menyedihkan lagi, embung yang diklaim mampu menampung volume air mencapai 8.900 meter kubik ini mengalami kekeringan dan hanya tersisa air tidak lebih dari selutut orang dewasa. Mayoritas dari tampungan air pada embung tersebut nampak kering dengan tanah yang mengalami keretakan dan dijadikan untuk lahan pertanian dengan ditanami rumput gajah.

{$lg[1]}
Jalan menuju embung tertutup rerumputan liar sehingga lebih mirip semak belukar. Foto: Bhisma Bharata

Plesteran dari bangketan tebing yang berada di sisi kanan – kiri embung juga mulai mengelupas sehingga hanya tampak berupa tanah. Kondisi yang tidak jauh berbeda terlihat pada bangunan pelimpahan. Kondisi kering, lantai dasar dari pelimpahan tersebut juga sudah mulai rusak. Bangunan gazebo yang berada di seputar embung ini, juga sangat kotor dan tidak terawat dengan baik.

{$lg[1]}
Sisa aksi vandalisme banyak ditemui di bangunan utama embung Batur. Foto: Bhisma Bharata

Embung Batur dibangun pada 2016 silam dan dikerjakan oleh pelaksana dari PT. Sukajaya Sarana serta direncanakan mampu menyuplai air ke lahan pertanian seluas 25 hektar. Tiga tahun berselang usai embung tersebut selesai dibangun, saat musim kemarau seperti tahun ini, sejumlah masyarakat mengaku belum bisa memanfaatkan dari adanya embung tersebut.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News