KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Proyek pembangunan Jaringan Irigasi Kamal sadap kanan yang berada di wilayah Pedukuhan Kedungtangkil, Karangsari, Pengasih belum melibatkan peran serta dari masyarakat setempat. Proyek ini pun nantinya tak bisa dinikmati oleh warga sekitar.
Pemantauan di lokasi, air dari sungai di bawah Waduk Sermo dialirkan melalui jaringan irigasi yang kini tengah dikerjakan kemudian melintasi dua pedukuhan yang ada di Desa Karangsari, yakni Pedukuhan Kedungtangkil dan Pedukuhan Blumbang dan bermuara di Pedukuhan Mrunggi, Sendangsari.
Baca juga
Dari pantauan pula diketahui bila warga setempat yang tadinya ikut bekerja sebagai tenaga bangunan diberhentikan oleh pelaksana, dan digantikan tenaga dari luar daerah seperti Magelang dan Bantul. Tak hanya itu, seperti pada proyek SMPN 1 Wates, di proyek ini pun pengawas proyek tidak ditemukan di lokasi.
Menurut pengakuan pelaksana proyek, Bambang Subarkah, karena pekerjaan mencapai hal – hal yang lebih spesifik, pekerja dari warga setempat sengaja diberhentikan untuk sementara waktu. “Kemarin dari warga sini ada beberapa, sekarang memang kita liburkan dulu karena sedang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian. Nanti kalau sudah mulai pekerjaan yang umum mereka kita tarik lagi,” ujar Bambang dari pelaksana PT Raharja Mulia.
Jaringan irigasi yang digarap dengan dana Rp 5 miliar itu memiliki volume panjang mencapai 1.200 meter dengan kedalaman antara 1 - 8 meter serta memiliki terowongan sepanjang lebih dari 300 meter dengan masa kontrak berakhir pada 12 Desember mendatang.
Proyek saluran irigasi berdampak di tiga daerah, antara lain Pedukuhan Kedungtangkil, Bulumbang di Desa Karangsari serta Pedukuhan Mrunggi di Desa Sendangsari. “Pas kita mau mulai pekerjaan sudah kita sosialisasi dan yang terkena dampak itu sudah diberikan kompensasi. Kita hanya tinggal melaksanakan saja,” pungkas Bambang.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |