Penataan Kawasan Kumuh Bantaran Code Kelar, Masyarakat Diminta Ikut Memelihara
Selasa, 21 Desember 2021 07:12 WIB

Penataan+kawasan+kumuh+sungai+Code

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Proyek peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Code yang dilaksanakan PT. Karya Cipta Mulia di tiga lokasi yakni Gowongan, Terban dan Wirogunan akhirnya selesai. Masyarakat diminta ikut memelihara aset yang telah dibangun dengan sebaik-baiknya.

“Harapan kami terhadap warga sekitar agar bisa memelihara dengan sebaik-baiknya aset yang telah dibangun. Jangan sampai railing dijadikan tempat jemuran, buang sampahnya ke sungai kemudian ada coret-soret di sepanjang pagar yang dibangun,” harap Ferry Yuliatna ST M.Eng, PPK proyek kepada media ini, kemarin.

Baca juga

Tidak hanya itu, Ferry juga berharap penataan kawasan ini membuat masyarakat terbebas dari kekumuhan, dapat hidup nyaman, sehat dan menjadikan hidup lebih sejahtera.

Ferry menjelaskan, penataan kawasan kumuh bantaran Code tahun 2021 dilaksanakan di tiga titik yakni Gowongan, Terban dan Wirogunan. Pekerjaan utamanya adalah pembangunan jalan inspeksi lebar rata-rata 3 meter dan panjang bervariasi. Di gowongan panjangnya 394 m, Terban 240 m dan Wirogunan 131 m.

Item pekerjaan lain meliputi talud sungai, talud permukiman, railing di sepanjang jalan inspeksi, lampu penerangan jalan, saluran drainase, guiding block untuk membantu penyandang disabilitas, serta ipal komunal dengan sistem biofil yang tersebar di 11 titik di Gowongan berupa biofilm, 1 titik di Wirogunan dan 2 titik di Terban.

Kapasitasnya berbeda-beda, ada 15 m3, 34 m3, ada pula yang hanya 3 m3. Berikutnya, ada fasilitas hydran untuk proyeksi kebakaran dengan jangkauan radius 200 m2. “Harapannya bisa mengcover bila sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran,” jelasnya.

Untuk pekerjaan bangunan gedung, lanjut Ferry,  ada bangunan ruang terbuka publik ukuran 16 x 5 m, 3 unit pos ronda, serta ruang terbuka hijau. “Di RTH ini ada ruang bermain anak ada, gazebo, jadi tempat yang menarik untuk berinteraksi,” sambungnya.

Ferry menambahkan, ada banyak kendala selama proses pekerjaan. Salah satunya, masa pekerjaan bersamaan dengan proses rehab rekon dari  rumah terdampak yang dilaksanakan oleh Dinas PUPKP Kota Yogyakarta. Pada proses itu, ada 38 rumah yang semula  sangat mepet dengan sungai kemudian dibongkar dan dikembalikan.

“Dan itu harus pararel dengan pekerjaan kita. Ada  tantangan tersendiri karena ketika rumah belum dibongkar, jalan inspeksi belum bisa dibangun berikut  sarana prasarana yang ada di bawahnya. Kita harus berpacu dengan waktu dan berkoordinasi dengan pihak kota supaya semuanya berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News