Prihatin, Kontraktor Lomba Ndlosor di Paket Gedung Setda Sleman
Selasa, 10 Maret 2020 20:35 WIB

Proyek+Lanjutan+Gedung+Setda+Sleman+diwarnai+penawaran+ndlosor

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Tren lelang ndlosor sepertinya masih belum akan berakhir. Lelang proyek gedung Setda (Kantor Bupati) Sleman (lanjutan) diwarnai penawaran ndlosor dari penyedia jasa. Hal itu tidak sesuai dengan harapan Bupati yang ingin lelang dengan harga wajar.

Pengamatan media ini, pada proyek senilai Rp 32,6 miliar dengan kode 5750054 itu, tercatat ada 17 penyedia jasa yang mengajukan penawaran setelah prosesnya terhambat akibat error pada SPSE yang berlangsung selama 4 hari.

Baca juga

Pada daftar penawar terendah ada PT. Anggaza Widya Ridhamulia dengan penawaran sebesar Rp. 26,004 miliar disusul PT. Tataanalisa Multimulya dengan penawaran juga sebesar Rp. 26,004 miliar, dan terendah ketiga ada Pulau Intan Perdana dengan nilai penawaran Rp. 26,069 miliar.

Nusa Patria di urutan empat dengan penawaran sebesar Rp. 26,075 miliar, disusul PT. Linggarjati Perkasa dengan penawaran sebesar Rp. 26,211 miliar dan di urutan berikutnya ada Filia Pratama. PT dengan penawaran Rp. 26,370 miliar.

Urutan 7 sampai 10 ditempati PT. Heri Jaya Palung Buana dengan penawaran Rp. 26.653 miliar, PT. Sinar Cerah Sempurna dengan penawaran Rp. 26, 654 miliar, PT. Trisna Karya pemenang lelang tahap pertama ada di urutan 9 dengan penawaran Rp. 26, 858 miliar dan Simba Hutama Karya di urutan 10 dengan penawaran sebesar Rp.  26,954 miliar.

Penawaran ndlosor ini mendapat atensi Taufik B.Sc, anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman. Menurut dia, kunci keberhasilan lelang Gedung Setda (lanjutan) ada di BLP Sleman. Menurutnya, BLP harus berani bersikap dan tidak hanya cari aman dengan memenangkan penawar terendah.

Taufik menilai keberanian BLP sangat berpengaruh pada hasil pekerjaan. Di mana, hasil evaluasi terhadap paket pekerjaan dengan nilai lelang ndlosor, ternyata jauh dari harapan. Padahal, proyek yang akan digarap kali ini adalah Kantor Bupati Sleman.

“Jangan cuma cari aman, harus dipikirkan juga hasil pekerjaannya. Kasihan pengguna kalau mendapat hasil pekerjaan yang tidak bagus. Jadi sekali lagi, jangan hanya berpatokan pada penawaran terendah, pikirkan juga aspek lain,” tegasnya.

 

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News