Proyek Penataan Bantaran Winongo Rampung Lebih Cepat, Kontraktor Garansi Kualitas Pekerjaan
Rabu, 09 Desember 2020 09:43 WIB

Direktur+PT.+Karya+Cipta+Mulia

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Yogyakarta di kawasan Winongo selesai dikerjakan. Proyek senilai Rp 11,3 miliar yang digarap PT. Karya Cipta Mulia selesai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

“Harapan kami hasil pekerjaan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dan kami yakin hasil pekerjaan ini kokoh, tahan lma dan bisa dinikmati secara kasatmata bahwa hasil pekerjaan ini indah,” tegas Haryanto ST selaku kontraktor pelaksana proyek.

Baca juga

Kawasan bantaran Sungai Winongo yang diapit dua wilayah yakni Kelurahan Tegalrejo dan Pringgokusuman yang semua kumuh, kini jauh lebih tertata. Penataan mengacu pada konsep M3K yakni Mundur, Munggah, dan Madep Kali. Konsep ini diimplementasi dengan memundurkan hunian di bantaran kali sejauh 3 meter, meninggikan bangunan, dan mengubah arah muka hunian menghadap ke sungai.

Space 3 meter yang tersedia kemudian diubah menjadi jalan lingkungan yang berfungsi sebagai jalan inspeksi dan evakuasi. Pada proyek kali ini, jalan inspeksi di Bantaran Winongo dibangun sepanjang 200 meter di sisi barat dan 250 meter di sisi timur dengan dilengkapi railing dan lampu penerangan jalan.

Di bagian bawahnya dibuat saluran drainase serta saluran limbah. Di sepanjang jalan inspeksi juga dilengkapi jaringan hydran. Hydran dipasang di tujuh titik di sepanjang jalan lingkungan. Di sisi timur, dibangun rumah pantau banjir dilengkapi gudang di bagian bawah.

“Untuk penanganan limbah, ditanam 4 biofil dengan kapasitas masing-masing 10 meter kubik. Total kapasitas 40 meter kubik diyakini cukup untuk kebutuhan warga yang ada di sekitar lokasi,” terang Fry Yuliatna ST M.Eng, PPK proyek peningkatan kualitas permukiman bantaran Winongo.

Item pekerjaan lain pada proyek ini adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan  Tegalrejo dan Pringgokusuman. Bentang jembatan 12 meter dan dibangun dengan struktur beton bertulang. Bagian kiri kanan dilengkapi railing dari besi galvalum dan dihiasi ornament batik sebagai ciri khas Jogjakarta.

Tambahan pekerjaan berupa ruang terbuka publik. Di sini dipasang beberapa alat peraga permainan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Juga pembangunan 3 pergola dan pemasangan 3 kursi.

“Pada proyek ini, ada kolaborasi antara pemerintah pusat dan Pemkot Yogyakarta. Kolaborasi ini berujud pemasangan aspal di atas jembatan dan permukiman serta pembangunan talud permukiman di sepanjang bantaran sungai,” tambah Fery.

 

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News