SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Sebagai upaya mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dan Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A ) untuk memelihara kelestarian dan fungsi jaringan irigasi, Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menggelar Sarasehan Gerakan Irigasi Bersih (SGIB) di Jogja Exotarium, Sendangadi, Mlati, Senin (30/9/2019).
Dalam kesempatan itu diundang 3 narasumber , di antaranya Arip Pramana selaku staf Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dwi Anta Sudibya Kadis DLH Sleman, dan Murtiningrum dari Fakultas Teknik Pertanian UGM. Kegiatan diikuti 350 peserta.
Baca juga
"Acara ini dilaksanakan dengan mengacu Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2015 tentang gerakan irigasi bersih," terang Ketua II Panitia SGIB, Warjoyo.
Rangkaian kegiatan yang lain, kata dia, telah dilaksanakan pula kegiatan gerakan irigasi bersih dengan cara gotong royong pembersihan saluran irigasi melibatkan P3A dan Gabungan P3A se- Kabupaten Sleman pada 17 Maret dan 15 September. "Tema yang diangkat yakni irigasi bersih pangkal kemakmuran," ujarnya.
Kepala DPUPKP Sleman, Sapto Winarno mengatakan secara umum tujuan agenda ini untuk mengedukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat agar menjaga lingkungan dengan mengenalkan budaya hidup bersih selain untuk menyusun konsep partisipasi masyarakat dan pemerintah.
"Topik ini menarik karena perkembangan penduduk yang semakin banyak maka sampah makin meningkat juga, adalah tugas kita bersama untuk ikut menjaga jaringan irigasi bebas dari sampah sehingga air lebih lancar dapat dimanfaatkan secara optimal, pada akhirnya dapat meningkatkan pencapaian kedaulatan pangan dan terpenuhi kebutuhan pokok terutama pangan," terang Sapto.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |