Soal Proyek Jalan Pendekat Jembatan, BPBD Bantul Pernah Konsultasi ke Inspektorat
Kamis, 31 Desember 2020 06:14 WIB

Jalan+pendekat+jembatan+Gayam

BANTUL (wartakonstruksi.com) – Status proyek pembangunan jalan pendekat jembatan Benyo, Gayam dan Kedungjati masih mengambang. Belum ada tindak lanjut dari BPBD Bantul setelah usaha meminta kontraktor menandatangani berita acara hasil tender, ditolak.

Sebelum proses itu, beredar kabar bahwa BPBD Bantul sempat berkonsultasi dengan Inspektorat terkait proyek tersebut. Guna memastikan kebenarannya, media ini melakukan konfirmasi kepada Inspektur Bantul, Hermawan.

Baca juga

Inspektur membenarkan bahwa BPBD memang konsultasi mengenai persoalan itu. “Iya mas, pernah konsultasi di forum rapat,” ucap Hermawan melalui pesan WhatsApp.

Lebih jauh ditanyakan apakah tidak ditindaklanjutinya hasil tender oleh BPBD Bantul atas saran Inspektorat atau bukan meski waktu yang tersedia sebenarnya cukup untuk melaksanakan pekerjaan, Hermawan membantahnya.

Menurut dia, Inspektorat tidak menyarankan apa pun mengingat hal itu merupakan ranah pengguna anggaran. “Dan Aturannya sudah ada. Yang tahu persis Kepala BPBD mas,” katanya lagi.

Kasus tender proyek jalan pendekat 3 jembatan milik BPBD Bantul ini cukup menarik perhatian. Berkembang isu bahwa tidak ditindaklanjutinya hasil tender karena para pemenangnya merupakan ‘anak haram’ alias tidak diinginkan.

Padahal, menurut informasi wartakonstruksi.com, hasil tender sudah diterima pada 7 Desember 2020. Dengan begitu, bila BPBD Bantul langsung menindaklanjutinya maka masih cukup waktu untuk melaksanakan pekerjaan. Namun yang terjadi sebaliknya, hasil tender malah sengaja tidak diapa-apakan.

Informasi yang lebih mengejutkan lagi bahwa tender itu kabarnya sudah ‘dikondisikan’ sejak awal. Dari 3 asosiasi di Bantul, konon 2 di diberi jatah dengan komposisi 2:1 sedangkan satu lainnya tidak dijatah. Tapi skenario itu meleset karena pemenang tender tidak sesuai yang diharapkan.

Penulis : WK 006
Editor : ED WK002
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News