BANTUL (wartakonstruksi.id) - Kampung Mataraman yang menjadi unggulan pariwisata Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul menuai sukses besar. Tahun 2018, omzetnya mencapai Rp 3,8 m dan tahun ini omzetnya ditarget mencapai Rp 10 miliar.
"Tahun ini kami menargetkan omzet Rp 10 miliar dari Kampung Mataraman. Untuk sementara, Kampung Mataraman jadi ikon wisata Desa Panggungharjo," ujar Riki, Kepala Seksi Perencananan di BUMDes Desa Panggungharjo saat ditemui media ini, Selasa (13/02/2019).
Menurut Riki, dari omzet sebesar Rp 3,8 miliar pada tahun lalu dibagi di antaranya untuk operasional seperti gaji karyawan dan lainnya. Kemudian laba kotor itu dipotong pajak dan menghasilkan laba bersih. Pembagian hasil dilakukan mengikuti peraturan yang ada atau AD/ART. Pembagiannya, 45 persen untuk pendapatan asli daerah, 30 persen untuk menejemen dan sebagainya, 20 persen untuk pengembangan BUMDes, dan 5 persen untuk CSR.
Baca juga:
Di Desa Panggungharjo, ada namanya program Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Lembaga ini meluncurkan layanan-layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat di luar survei atau sensus pemerintah.
Kampung Mataraman, lanjut Riki, mengusung konsep museum hidup, sehingga masyarat bisa menikmati experience Kampung Mataraman pada abad ke-19. Sementara ini, Kampung Mataraman baru bisa menyuguhkan makanan yang ada di zaman dahulu.
Ke depan akan dilakukan penambahan fasilitas di antaranya sendang atau kolam dan langgar atau pendopo khusus pementasan kebudayaan Mataraman zaman dulu. Direncanakan juga ada pelatihan karawitan dan nyinden.
"Itu konsep besar yang kami akan lakukan. Tetapi itu membutuhkan proses. Karena kita saat ini memberdayakan warga sekitar yang kebanyakan kaum marjinal seperti janda dan kaum digeber," pungkas Riki.
Arif KF
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |