BANTUL (wartakonstruksi.com) – Lapangan Desa Wonokromo mengalami kerusakan setelah digunakan untuk pasar malam yang menjadi bagian kegiatan Rebo Pungkasan. Pemdes setempat pun diminta lebih care karena lapangan juga digunakan untuk berlatih oleh klub lokal.
"Harapannya Pemdes Wonokromo lebih memperhatikan lapangan dan SSB-nya, khususnya untuk turnamen. Soalnya dulu tidak ada perhatian sama sekali. Kalau gak didesak dan didemo, lapangan mungkin sampai saat ini gak diperhatikan," ujar Noor Huda, pengurus Paguyuban Pengelola Lapangan Sepakbola Wonokromo, kemarin.
Dia menceritakan, sekitar tahun 2015, dana pemeliharaan belum ada dan ada demo besar-besaran ke Balai Desa Wonokromo oleh para pengguna lapangan khususnya anggota klub sepakbola di desa tersebut. Awalnya demo dipicu karena wahana dermolem tong setan berada di tengah lapangan.
Baca juga:
Padahal, lanjut Huda, sebelumnya para anggota klub sepakbola memotong rumput dengan dana sukarela. Dengan adanya wahana-wahana tersebut di tengah lapangan, merusak rumput lapangan.
Anggota klub yang kecewa kemudian menggelar aksi demonstrasi menuntut agar dermolem dan tong setan di tengah lapangan itu dipinggirkan. Pendemo juga meminta pihak Pemdes dapat menjaga dan merawat lapangan sepakbola tersebut.
Mereka meminta dana perawatan lapangan paling tidak Rp 5 juta-an, di antaranya untuk membeli alat pemotong rumput. Kepala Desa menyanggupinya namun dari uang pribadi, para pendemo tidak mau terkait hal itu, maunya dana perawatan itu keluar dari dana desa.

Pemdes Wonokromo diminta lebih memperhatikan kondisi lapangan yang jadi tempat berlatih klub lokal desa tersebut. Foto: Arif K Fadholy
"Kita maunya dari dana desa dialokasikan khusus untuk lapangan. Yang namanya dana desa kan ada proses dan prosedur, dan keluarnya itu sekitar tahun 2016. Dana itu dibelikan mesin rumput seharga sekitar Rp 5 jutaan," kata Huda.
Setelah itu pihaknya kembali mendapat dana perawatan lapangan 2017 sekitar Rp 3 jutaan. Untuk 2018, dirinya mengaku sampai saat ini belum keluar.
Kasi Kesejahteraan dan Pembangunan Desa Pleret, M. Ikhsan mengatakan, terkait lapangan, setelah event atau acara besar seperti Rabu Pungkasan, sudah ada dana sesaat untuk tim panitia pengelola lapangan.
(Arif K Fadholy/ Sodik)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |