POHON BESAR di SETURAN: Rampas Hak Pejalan Kaki & Timbulkan Banyak Laka. DLH Kemana?
Minggu, 27 Januari 2019 09:52 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Pohon besar yang berada di bahu jalan Seturan raya telah merampas space trotoar jalan seolah luput dari pengamatan dinas terkait. Selain merampas hak pejalan kaki konon katanya pohon ini kerap dijadikan ritual sebagian kalangan masyarakat. "Kalau perihal pohon, pada malam - malam tertentu suka ada yang pasang dupa dalam kondisi menyala," ungkap salah satu warga yang benama Nevi saat dikonfirmasi tim wartakonstruksi.com. Dia menjelaskan, selain kerap dijadikan ritual oleh sebagian kalangan, keberadaan pohon tersebut sangat mengganggu pengguna jalan, seringkali terjadi laka lantas disimpang tersebut. Baca juga: "Di utara pohon itu kan ada gang keluar masuk menuju jalan seturan raya, biasanya kesulitan menyeberang karena tertutup pohon, akibatnya beberapa kali terjadi kecelakaan," paparnya. Hal senada juga dikatakan Sendi, salah seorang penjaga warung Mister Burger yang berada tidak jauh dengan pohon keramat tersebut. Ia mengaku pernah melihat kejadian kecelakaan yang diakibatkan karena pengendara menabrak pohon. "Selama saya kerja enam bulan disini pernah melihat kecelakaan, kalau  dihitung ada 4 kali kejadian. Pohon itu kan berada di barat jalan jadi kecelakaan menimpa pengguna jalan yang dari arah selatan, biasanya terjadi pada dini hari sekitar jam 03.00 WIB, saya sering jaga shift malam makanya ngelihat sendiri," ungkapnya.

Kendaraan yang keluar gang kesulitan karena adanya pohon besar di ujung gang. Pohon itu juga merampas hak pejalan kaki dan space trotoar. Namun dinas terkait hanya diam saja. Foto: Eko Purwono

Atas kondisi itu, ia berharap ada perhatian dan penanganan dari pihak terkait untuk mencarikan solusinya, karena disamping mengganggu pengguna jalan keberadaannya juga mengganggu pejalan kaki. Aliansi Pengawas Konstruksi (APK) turut angkat suara menyikapi kondisi itu. APK menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak boleh tinggal diam karena urusan pohon besar di Jalan Seturan terkait dengan kewenangan DLH. APK justru mempertanyakan jika DLH memilih diam atau pura-pura tidak tahu. “Pohon sebesar itu dan berulang kali menimbulkan laka lantas. Lokasinya juga mengganggu pejalan kaki dan merampas space trotoar. DLH kemana saja? Saya tidak yakin kalau dinas tidak tahu adanya pohon besar yang mengganggu itu. Ayolah, perhatikan kepentingan public,” pinta Baharuddin Kamba, Direktur Eksekutir APK. (Eko Purwono/Dodi P)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News