BANTUL (wartakonstruksi.com) – Sempat tertunda, perbaikan Telagadesa Potorono di Padukuhan Salakan, Potorono, Banguntapan akhirnya dilanjutkan. Bagian dinding telaga yang rusak dibongkar untuk kemudian diperbaiki agar kembali seperti semula.
“Proses perbaikan masih terus berlangsung, mudah-mudahan dalam satu dua hari ke depan sudah selesai,†ucap Dawami dari CV Bintang Pratama, selaku kontraktor penggarap telaga.
Menurut Dawami, proses perbaikan sebenarnya telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Hanya saja, pekerja yang melakukan perbaikan sempat izin karena ada urusan keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Namun demikian, proses perbaikan sudah kembali dilanjutkan.
Baca juga:
DiberitakanÂ
wartakonstruksi.com sebelumnya, proses perbaikan sempat terkesan dilakukan setengah hati. Hal ini terlihat dari bekas pekerjaan yang terlihat tidak rapi. Selain itu, hanya bagian tertentu saja yang dilakukan perbaikan sedangkan bagian lainnya dibiarkan apa adanya.
Namun pada Sabtu (8/9/2018) proses perbaikan ternyata dilanjutkan lebih baik lagi. Bagian dinding telaga dari grassblock yang sebelumnya terlihat amblas di sisi telaga bagian selatan dibongkar. Bagian dasarnya dibenahi agar grassblock tidak kembali amblas.
Dawami menjelaskan, proses pemasangan grassblock tidak dilakukan sembarangan. Di bagian bawahnya ada beberapa lapisan untuk menahan agar tanah tidak turun ke bawah, termasuk dengan diberi lapisan ijuk.
Seorang pekerja tengah memperbaiki konblok di pinggir telaga yang mengalami kerusakan. Pekerja lainnya memperbaiki bagian dinding telaga dari grassblock yang amblas. Foto: Ist
“Kami tidak menutup diri, apabila memang masih ada yang kurang silahkan disampaikan, kami perbaiki. Kami juga ingin hasil terbaik untuk telaga yang sudah kami bangun dengan penuh perjuangan di awalnya sampai akhirnya selesai dibangun,†terang dia.
Ia menjelaskan, dalam penyelesaian pekerjaan telaga pihaknya tidak hanya terpaku pada kontrak yang telah dibuat. Secara pribadi, ia mengaku berinisiatif untuk memberikan beberapa hal seperti menabur ikan 1,5 kuintal ke dalam telaga.
Harapannya, bibit ikan seperti nila, patin, gurameh, maupun lele sudah berukuran besar saat telaga selesai dibangun. Tak hanya itu, ia juga menyarankan warga sekitar berjualan pelet untuk pakan ikan sebagai tambahan penghasilan.
“Banyak yang tidak masuk dalam penganggaran sebenarnya. Tapi itu tidak masalah, kami ingin yang terbaik untuk semuanya,†pungkasnya.
Â
Jurnalis : Sodik
Editor   : Dodi Pranata
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |