Talud Dusun Kanggotan Gunakan Pasir yang Dikeruk dari Sungai?
Sabtu, 15 September 2018 19:41 WIB
BANTUL (wartakonstruksi.com) – Pekerjaan proyek pembangunan perkuatan tebing Sungai Gajahwong (Kanggotan), Pleret, Bantul telah selesai kemarin (14/9/2018). Namun pekerjaan senilai Rp 1,5 miliar yang digarap CV Erlian SW masih menyisakan kabar tak sedap. Informasi berkembang menyebut kontraktor mengeruk pasir sungai di sekitar lokasi untuk digunakan pada proyek talud yang sedang digarap. Jika benar, tentu tindakan ini sangat disayangkan karena tidak sesuai dengan ketentuan. Jurnalis wartakonstruksi.com meninjau langsung lokasi proyek. Tidak dijumpai satu pun pekerja di lokasi. Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan mendatangi Ketua RT 09 Kanggotan, Sholeh. Di sini, informasi seputar pengerukan pasir dari sungai mulai terjawab. Baca juga : "Dulu ada pengerukan pasir, tapi itu untuk campuran pembuatan talud. Sebagian juga untuk warga sekitar yang memerlukan pasir," ucap Sholeh ditemui di kediamannya, Sabtu (15/9/2018). Anung Sulaksono (29) Warga Dusun Wonokromo 1 mengatakan, di bagian selatan sungai Gajahwong tidak ada pengerukan pasir. Namun ia mengaku pernah melihat aktivitas pengerukan di bagian utara sungai. "Yang utara, setahu saya dikeruk tapi enggak dibawa ke luar," kata Anung. Senada diungkap warga Dusun Wonokromo 2, Khilmawan (35). Menurut dia pengerukan pasir dari sungai Gajahwong tersebut dilakukan untuk pembangunan talud. "Setahu saya itu ngeruk, tapi dipakai menambal untuk pinggiran sungai yang biasa terkena banjir," terangnya.

Lokasi proyek sisi utara sungai Gajahwong tempat dimana pengerukan pasir disebut pernah dilakukan untuk proyek. Foto: Arif K Fadholy

Proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memang dikhususkan hanya di wilayah dusun Kanggotan, namun sungai Gajahwong tersebut paling tidak menjadi batas tiga dusun lainnya di dekat proyek talud. Tiga dusun lainnya itu di antaranya Dusun Karet, Wonokromo 1, dan Wonokromo 2. Pembangunan talud sendiri disambut positif warga. Syaifuddin (50), warga Dusun Kerto RT 12 merasa beruntung karena air sungai Gajahwong bisa mengalir lancar. Pengikisan tanah tidak ada lagi, dan terlihat lebih bersih daripada sebelumnya. Sementara Sholeh menerangkan, meski dalam pengerjaannya ada beberapa masalah seperti jembatan menuju Dusun Wonokromo 2 sempat dibuat retak dan saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tersumbat, akan tetapi pihak kontraktor mau bertanggung jawab. "Tinggal nanti pihak proyek minta surat kepuasan ke kelurahan. Masyarakat puas, kerjaannya bagus kok. Fungsinya kan biar air sungai gak ke rumah warga, kalau ditalud ya aman," pungkasnya.   Jurnalis : Arif K Fadholy Editor    : Eko Purwono  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News