Telan Anggaran Rp 258 Miliar, GBS Pantau Pembangunan RSUD Wates
Minggu, 23 September 2018 05:19 WIB
KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – RSUD Wates tengah dipoles. RS milik pemerintah daerah itu tengah dibangun untuk dikembangkan menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Dana yang digelontor untuk proyek ini cukup besar mencapai Rp 258 miliar. Guna memastikan proses pembangunan berjalan baik tanpa penyelewengan, Gerbang Bintang Selatan (GBS) aktif melakukan pemantauan. “Sebagai bagian dari masyarakat Kulonprogo yang peduli pembangunan, kami merasa terpanggil ikut berpartisipasi, mengawal dan memantau proses pembangunan ini,” ucap Gendut Minarto, Ketua GBS kepada wartakonstruksi.com, kemarin. Gendut mengungkapkan, pembangunan pengembangan RSUD Wates sebagai upaya peningkatan menuju pengembangan rumah sakit bertaraf internasional perlu disambut baik oleh masyarakat. Pembangunan yang dilakukan multiyear ini menelan anggaran Rp 258 miliar dan dilaksanakan bertahap selama tiga tahun mulai 2018, 2019, dan 2020. Baca juga: Rincian penganggaran melalui APBD Kulonprogo yakni 2018 sebesar Rp 35 miliar, 2019 sebesar Rp 35 miliar, dan 2020 sebesar Rp 18 miliar. Selanjutnya, anggaran melalui APBD DIY yakni 2018 dan 2019 masing-masing sebesar Rp70 miliar dan 2020 sebesar Rp 42 miliar. Pembangunan fisik gedung pada proyek pembangunan pengembangan RSUD Wates yang digarap PT Nindya Karya diperkirakan selesai pada akhir tahun depan. Sementara penyelesaiannya akan dilakukan pada tahun 2020. Nantinya, pada RSUD Wates yang akan bertransformasi menjadi RS bertaraf internasional akan memiliki empat gedung utama yaitu medic center, rawat inap, asrama mahasiswa, dan apartemen. Gendut menerangkan, GBS sangat bangga melihat bukti nyata kebesaran dan kebijakan dari Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X yang memberikan lahan pengembangan RSUD Wates. Ia menambahkan, pelaksanaan maincont oleh Nindya Karya perlu adanya dukungan dari masyarakat Kulonprogo untuk turut serta di dalam pembangunan dan pengawasannya. Artinya, ada peran aktif dari stake holders pada setiap tahapan pembangunan dari pengerjaan pengurugan sampai tahap konstruksinya. “Kita harap seluruh stake holders berperan karena ini nilai pembangunan dan asetnya sangatlah besar. Apabila ada indikasi penyelewengan GBS pasti akan kritis dan tajam menyampaikan ke publik," tegas Gendut.   Jurnalis : Arif K Fadholy Editor     : Sodik  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News