SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Peran serta masyarakat dibutuhkan dalam mengawasi setiap proses konstruksi, terutama yang dilakukan di fasilitas umum. Tanpa pengawasan itu, seringkali penyedia jasa konstruksi bekerja asal-asalan yang ujungnya justru membahayakan bagi pihak lain.
Seperti yang terlihat disisi utara Ring Road Utara di Padukuhan Purwosari, Sinduadi, Mlati, Sleman tepatnya di deretan ruko yang salah satunya digunakan untuk FKTV milik artis ternama. Di sana, terlihat ada lubang menganga cukup besar yang sangat membahayakan pengguna jalan.
Baca juga
Lubang besar ini terkadang mengganggu pemakai jalan yang akan melintas. Kondisi ini tentu sangat disayangkan karena di seputar jalan tersebut tengah dilakukan persiapan pengerjaan underpass Kentungan yang akan dimulai beberapa hari ke depan.
Dari pantauan Warta Konstruksi di lokasi, lubang terlihat seperti bekas pekerjaan proyek yang tidak dituntaskan pengerjaanya. Pada lubang berdiameter sekitar 2 meter tersebut di bagian dasar terlihat dua buah pipa dengan diameter cukup besar berwarna oranye dan putih. Di sisi lubang hanya di terdapat rambu bertuliskan “Hati-hati 100 meter lagi ada saluran pipa limbah” dan terdapat beberapa bambu.

Galian cukup dalam ini dibiarkan mangkrak tak disentuh lagi. Padahal pekerjaan sudah digarap di 2018 lalu. Foto: Eko Purwono
Lubang memiliki kedalaman kurang lebih 6 meter. Kondisinya kian parah lantaran sering tergenang air hujan sehingga mengkawatirkan warga penggunan jalan. Kondisi tersebut dikeluhkan Parno, salah satu warga yang biasa berjualan minuman dan makanan di dekat lokasi.
“Itu galian saluran PDAM atau limbah sangat menggangu, kedalamanya sekitar 6 meter, kemarin airnya penuh sewaktu terjadi hujan deras, jadi ngak kelihatan kalau ada lubangnya,” terang Parno kepada media ini, Selasa (8/1/2019). 
Sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan kecelakaan warga memasang pembatas di sekitar lokasi. Foto: Eko Purwono
Langkah antisipasi dilakukannya dengan cara memberikan rambu berupa kayu agar tidak terjadi insiden kecelakaan. ”Saya takut kalau ada orang naik motor ‘keblandang’ masuk genangan air di lubang itu. Makanya kemarin saya tutup dengan kayu- kayu ndak tibo-tibo bablas,” katanya.
Sardi, salah satu penjaga parkir mengungkapkan hal serupa dan berharap segera dilakukan perbaikan. ”Lubang sudah sekitar sebulan lebih belum diperbaiki lagi, ngak tau pipa apa itu. Kelihatannya saluran air PAM sama pipa air limbah. Nek pipa limbahe rampung, gari saluran PDAM ingkang dereng,” terangnya.
Menurut Sardi kondisi tersebut menggangu lalu lintas karenanya harus segera diperbaiki. ”Harapan kami sebagai masyarakat mohon segera diperbaiki,” pintanya.
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |