WATER PARK PLUNENG: Tertunda Sejak 2017, Pembangunan Bakal Direalisasi Tahun Ini
KLATEN (wartakonstruksi.id) – Rencana pembangunan wisata air terpadu (
waterpark) di Desa Pluneng, Kabupaten Klaten tertunda. Dirancang sejak 2017 silam, namun hingga kini pembangunan itu belum juga terealisasi.
Padahal wisata air di Pluneng itu rencananya tidak sekadar sebuah tempat pemandian tapiÂ
water park. Sehingga di lokasi itu tidak hanya dibangun kolam renang, tetapi dilengkapi wahana bermain, stand kuliner dan tempat parkir yang luas.
Pembangunan waterpark di Pluneng menjadi salah satu proyek pengembangan Klaten sebagai kota destinasi wisata air. Dana pembangunan sebesar Rp 2 miliar dianggarkan dari APBD. Apa daya, rencana tinggal rencana karena hingga kini tak juga terealisasi.
Baca juga:
Saat kembali diajukan pada tahun berikutnya, rencana itu tetap belum bisa dilaksanakan. Pasalnya, proposal yang diajukan tidak sesuai denganÂ
Detail Engineering Design (DED).
“Pembangunan wisata air memang sudah direncanakan sejak 2017. Hanya, itu belum diwujudkan karena proposalnya tidak sesuai dengan DED. Jadi, kami meminta untuk diperbaiki,â€Â  kata Widiyarto, Sekretaris Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Klaten.
Menurut Widiyarto, tak masalah bila Pluneng akan dibangun wisata air meski sudah ada dua umbul pemandian. Pasalnya sumber air di desa itu memang sangat melimpah.
Berita terkait:
Widiyarto menambahkan setelah mengalami penundaan, rencana pembangunan waterpark ini bisa direalisasikan pada tahun 2019. Dana yang dianggarkan pun tidak berubah, yaitu Rp 2 miliar. “Pembangunannya akan dilaksanakan tahun 2019 ini. Pasalnya proposal sudah sesuai dengan DED,†ujar Widiyarto.
RencananyaÂ
waterpark dibangun di atas tanah kas desa seluas 3.800 meter persegi. Kehadiran wisata air itu melengkapi dua tempat pemandian yang sudah ada di Pluneng.
Saat ini, Pluneng memiliki dua lokasi pemandian yang berjarak kira-kira 100 m, yaitu Umbul Tirto Mulyana dan Umbul Tirto Mulyani. Umbul Tiro Mulyana (Umbul Tirto Mulyono) sering disebut Umbul Lanang (laki-laki) atau Umbul Gedhe. Sedangkan Umbul Tirto Mulyani dikenal dengan Umbul Wedok (perempuan).
Gonang Susatyo
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |