Baru Setahun Diperbaiki, Jalan Primer 2 Banjaran Mulai Rusak
Rabu, 11 September 2019 07:47 WIB

jalan+Banjaran+rusak

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) - Peningkatan Jalan Lokal Kabupaten Primer II Banjaran Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo belum genap berumur satu tahun. Sayangnya pada ruas jalan itu sudah mulai terlihat adanya kerusakan.

Pada bagian jalan berupa cor beton, lebih dari lima titik batu material yang menjadi campuran pengecoran tampak mencuat kepermukaan, sehingga dikhawatirkan kondisi jalan menjadi licin maupun batu kerikil yang mencuat ke permukaan akhirnya hanyut terbawa air saat musim hujan mendatang. Padahal paket perbaikan jalan ini menelan biaya hingga miliaran rupiah.

Baca juga

Dari pemantauan di lokasi ruas jalan Banjaran – Ngesong atau tepatnya di jalur menuju obyek wisata Embung Kleco Desa Giripurwo, di beberapa titik ruas jalan ini, material berupa batu kerikil mulai nampak mencuat kepermukaan seiring dengan terkelupasnya campuran cor beton di jalan tersebut.

Papan nama proyek terlihat masih terpasang, dimana Proyek Peningkatan Jalan Lokal Primer II dengan Paket yang meliputi Ponces – Pringtali dengan volume Panjang 500 meter, Pelebaran Jalan Banjaran dengan volume panjang 200 meter, serta ruas jalan Beteng – Sokomoyo dan ruas jalan Beteng – Watu Blencong dengan volume panjang 1350 meter ini.

{$lg[1]}
Baru setahun diperbaiki dan ditingkatkan statusnya, jalan lokal primer II Banjaran mulai rusak. Foto; Bhisma Bharata

Total biaya untuk proyek itu sebesar Rp 1,8 Miliar, dengan pelaksana pekerjaan oleh CV. Panji Purba dan masa kontrak berakhir pada 20 November tahun lalu.

Sugito, salah satu warga setempat yang ditemui pada Selasa (10/9/2019) mengatakan, tidak berselang lama setelah proyek  selesai, kondisi jalan sudah mulai mengalami kerusakan.

“Jalur ini baru akhir tahun kemarin selesai. Seingat saya hanya sekitar tiga bulan dari proyek itu selesai sudah ada beberapa yang mengelupas. Kalau kemarau seperti sekarang memang harus hati – hati, di situ campuran pasirnya banyak yang berserakan dan kerikilnya juga kelihatan dipermukaan. Pernah ada tetangga yang terpeleset karena berebut memilih jalan yang masih bagus,” ungkap Sugito.

Sementara di ruas jalan tersebut diperkirakan memiliki lebar tidak lebih dari 4 meter dengan kondisi jalan yang menanjak cukup tinggi serta turunan yang juga sangat curam. Di sisi sebelah timur jalan merupakan dataran rendah yang berkedalaman lebih dari 5 meter sehingga jalur menuju obyek wisata Embung Kleco cukup rawan dengan kecelakaan.

“Kalau penyebab rusaknya jalur itu secara persis saya enggak tahu, tapi enggak berselang lama juga sudah dilewati kendaraan yang mengangkut kayu. Kekhawatiran warga disini nanti kalau pas hujan batu kerikil yang sudah kelihatan itu bisa hanyut dan rusaknya bisa makin parah. Padahal juga baru akhir tahun kemaren diperbaiki,” pungkasnya.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News