SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Rencana pembangunan kawasan Budidaya Klengkeng dan Pengembangan Agrowisata di wilayah Desa Margorejo Kecamatan Tempel dihadang penolakan sejumlah warga dengan bentuk poster dan spanduk.
Dalam perencanaan area tersebut lokasinya tepat pada perbatasan 2 dusun yakni Nglebeng dengan Ngamboh. Pantauan wartakonstruksi.com, Kamis (25/6/2020) dijumpai sejumlah spanduk dan banner yang dibentangkan di sejumlah titik di dusun Nglebeng. Di antaranya bertuliskan "Lahan Pertanian Bukan Untuk Agrowisata", "Tolak Agrowisata Klengkeng" mengunakan cat.
Baca juga
Kondisi tersebut disayangkan salah satu tokoh masyarakat Dusun Ngamboh, Supriyo Widada. Menurutnya penolakan tersebut bertolak belakang dengan tujuan dari pembangunan area agrowisata tersebut , di antaranya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
"Dalam perencanaan kami sebenarnya usaha bididaya ini bertujuan untuk mengantikan komoditas salak pondoh yang sedang lesu harganya untuk diganti tanaman klengkeng jenis new christal yang lebih berpotensi hasilnya untuk pemberdayaan masyarakat," ucap Supriyo kepada wartakonstruksi.com, kemarin.
Budidaya ini nantinya akan melibatkan ribuan masyarakat sekitar secara langsung sebagai sumber daya manusia selain pemerintah desa selaku pemilik tanah dan investor sebagai pemilik jaringan dan permodalan.
"Jika sudah berjalan nantinya akan diberdayakan masyarakat, setidaknya lebih dari 2.000 orang, mulai dari tenaga persiapan tanam, pemeliharaan kebun, tenaga agrowisata, parkir, keamanan, penyedia kuliner desa wisata diantaranya dengan mengandeng Bumdes, selain itu bisa juga digelar event-event di lokasi itu," ungkapnya.
Tahap persiapan lahan sempat dilakukan namun urung dilanjutkan lantaran situasi yang dinilai kurang kondusif.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |