Duduk Satu Meja, Problem Proyek Pipa SPALD-T Depok Teratasi
Rabu, 03 Februari 2021 13:47 WIB

Dikyasa+Bina+Marga+dan+pelaksana+proyek+spald-t+depok+bertemu+untuk+koordinasi

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Silang sengkarut pelaksanaan proyek pemasangan pipa SPALD-T Depok di Nologaten, Condongcatur, Depok akhirnya teratasi. Hal ini setelah pelaksana pekerjaan duduk satu meja dengan instansi terkait.

Dalam pertemuan yang digelar, Rabu (3/2/2021), pihak pelaksana proyek dihadiri Suparman selaku project manager. Turut hadir dalam pertemuan, Kabid Bina Marga Sleman Achmad Subhan ST, Kanit Dikyasa Polres Sleman Iptu Seto Tuswanto SH, dan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Maryanto serta anggota Forpi Sleman, Taufik B.Sc.

Baca juga

Suparman mengatakan ada sedikit mis dalam pelaksanaan proyek SPALD-T Depok. Miss terjadi karena minimnya arahan pemilik pekerjaan. “Mohon maaf, dari awal untuk ke Polres kami memang tidak diarahkan, demikian juga dengan Bina Marga,” ucap Suparman.

Dia menyebut, saat ini pendampingan hanya ada dari Dinas Lingkungan Hidup meski pendampingan itu sejatinya baru akan dilakukan pada tahap akhir pekerjaan.

Iptu Seto mengatakan, pada pelaksanaan proyek ada beberapa catatan dari kepolisian khususnya terkait dengan rekayasa lalu lintas mengingat ada pengalihan arus di lokasi proyek. Dia sendiri menyesalkan adanya pengalihan arus yang dilakukan tanpa koordinasi.

“Kami tegaskan di sini bahwa untuk arus lalu lintas ini mutlak menjadi kewenangan Polri, sehingga tidak boleh ada pengalihan arus tanpa ada koordinasi dengan kami. Dan kami juga punya banyak catatan juga aduan dari masyarakat terkait proyek tersebut,” katanya.

Dia berharap, ke depan persoalan yang sudah terjadi tidak terulang lagi. Selain itu komunikasi dan koordinasi perlu ditingkatkan terutama berkaitan dengan pengalihan arus. “Mengalihkan arus lalu lintas tidak asa, tapi banyak pertimbangannya,” tegasnya.

Senada diungkap Maryanto. Dia berharap komunikasi yang kurang baik sebelumnya agar diperbaiki mengingat pekerjaan masih akan berlangsung sampai Juni 2021 mendatang. “Perbanyak koordinasi, terkait rambu-rambu di sekitar lokasi juga perlu dikoordinasikan lagi,” tambahnya.

Achmad Subhan mengatakan, koordinasi dengan instansi terkait sangat penting untuk menghindari kemungkinan terburuk. Apalagi, pekerjaan berada di lokasi yang cukup ramai dan menjadi jalur lalu lintas sejumlah pejabat.

“Tidak semua senang dengan pekerjaan ini, sehingga perlu dibangun komunikasi yang baik. Di lapangan ini rawan, apalagi jika pekerjaannya asal-asalan. Masyarakat perlu tahu ini pekerjaan apa, sampai kapan dan seterusnya,” terangnya.

Ditambahkan, pemahaman kepada masyarakat juga perlu dibangun mengingat proyek ini sangat penting untuk masyarakat banyak. “Kalau komunikasinya bagus, saya yakin masyarakat bisa maklum. Tapi juga pekerjaannya tidak asal,” tegasnya.

Sementara itu, Taufik B.Sc menekankan metode pekerjaan untuk lebih diperhatikan, terutama pada titik dimana ada aktivitas perekonomian dan peribadatan. Dia meminta supaya pada spot tersebut langsung tuntas, sehingga tidak mengganggu aktivitas perekonomian warga.

“Manhole bang taufik lihat juga terlalu tinggi dari elevasi jalan. Bang Taufik minta bagaimana kontraktor untuk menyiasatinya supaya dimasa menunggu pengaspalan arus lalu lintas tetap lancar, tanpa khawatir terjadi kecelakaan,” pintanya..

Penulis : WK 006
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News