SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Proyek pembangunan SPALD Terpadu di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman menuai sorotan. Pasalnya di beberapa ruas jalan yang sedang dipasang pipa distribusi pengembaliannya terkesan asal.
"Meskipun itu pembangunan untuk kepentingan publik, tetapi tetap wajib memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan," ungkap anggota Forpi Sleman, Taufik Bsc melaui pesan singkat WhatsApp kepada redaksi wartakonstruksi.com, Jum'at (29/1/2021).
Baca juga
Dikatakan aktivis senior ini, pelaksana proyek milik pemerintah pusat tersebut dinilai kurang professional. Sebab selain tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan, juga banyak pekerjaan yang pemadatannya kurang baik.
Untuk menghindari kecelakan lalu lintas, Taufik akan meminta pemilik proyek untuk segera memperbaiki bagian-bagian dari pekerjaan tersebut untuk segera diperbaiki, serta menuntut tata kala kerja yang benar, demikian ini supaya tidak ada pihak yang dirugikan.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/01-2021/bekas-galian-spald-t--29-10.jpg)
“Ini kan sudah agak lama, jangan dibiarkan terus begini. Kemarin-kemarin ada kecelakaan, jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu Ka Satker Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY Arief Wahyu ST, saat dikonfirmasi media ini memberikan respon positif, pihaknya akan memberikan teguran kepada pelaksana dan segera dilakukan perbaikan.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/01-2021/sisa-bekas-galian--29-10.jpg)
"Terimakasih informasinya, nanti kita akan tegur pelaksananya dan kami minta perbaiki segera dan jangan sampai terulang kembali," ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp, Jum'at (29/1/2021).
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : ED WK006 |