Gelar Aksi Lanjutan, Ratusan Warga Banaran Blokir Jalur Tambang
Rabu, 04 September 2019 21:06 WIB

Ratusan+warga+Banaran+kembali+menggelar+aksi

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Sesuai janji, warga Banaran, Galur, Kulonprogo akhirnya kembali menggelar aksi menolak aktivitas tambang dengan mesin sedot di sepanjang Sungai Progo, Rabu (4/9/2019). Pada aksi kali ini, jumlah massa yang diturunkan lebih besar. Mereka juga memblokir jalur yang biasa dilewati armada tambang.

Pantauan media ini di lokasi, aksi yang dilakukan ratusan warga ini memblokade sejumlah jalur yang biasa dilalui armada tambang saat mengangkut pasir dari Sungai Progo. Penutupan jalur oleh masyarakat ini agar kegiatan penambangan pasir yang menggunakan mesin sedot segera dihentikan lantaran merusak lingkungan setempat maupun infrastruktur yang ada.

Baca juga

Salah seorang Koordinator aksi, Agung Budi Prastawa, mengatakan kegiatan penambangan pasir khususnya di wilayah Desa Banaran sudah sangat merugikan masyarakat setempat. Selain infrastruktur rusak parah, obyek wisata Laguna Pantai Trisik juga mulai sepi dari pengunjung. “Ini sudah berlangsung cukup lama dan kita minta agar pemerintah segera menghentikan aktivitas itu. Kalau tidak ada tindak lanjut secara nyata kita akan menempuh jalur hukum,” ungkap Agung.

Peserta aksi juga mendesak Dinas PUPKP Kulon Progo agar jalur yang biasa dilintasi armada tambang yakni di wilayah Pedukuhan Bleberan dan Pedukuhan Sawahan untuk segera ditutup menggunakan Portal. “Jalan ini peruntukannya bukan untuk tambang ini kan hanya jalan desa yang biasa untuk aktifitas warga perkampungan. Sekarang ini masyarakat kesulitan saat lewat jalur ini karena banyak truk yang lalu lalang dan sudah rusak parah,” tandasnya.

Massa mengancam bakal menduduki jalur tersebut sampai tuntutan mereka dipenuhi. “Kalau kita yang menutup akses jalan nanti jadi salah, dan justru bisa memancing bentrok antar warga sini dengan pihak penambang sehingga kita minta pemerintah segera turun tangan,” tambahnya.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dikumpulkan lebih dari 15 mesin sedot dengan kapasitas cukup besar selalu beroperasi pada tiap hari. Sedangkan diwilayah tersebut kelompok yang memiliki Ijin Penambangan Rakyat (IPR) terdapat 3 kelompok, yakni kelompok Lestari I, II dan Lestari III.

Selain itu warga yang melakukan aksi massa juga mendesak jajaran Petugas Kepolisian untuk melakukan razia penambangan pasir yang menggunakan mesin sedot.

 

 

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News