SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Sejumlah ruas jalan kabupaten di Sleman belum keseluruhanya tersentuh sarana pendukung Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Salah satunya ruas jalan Cungkuk - Glagahombo, di Kecamatan Tempel. Ruas jalan ini gelap gulita ketika malam hari.
Kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun. Namun dipastikan belum ada rencana pemasangan LPJU di kawasan itu. Alasannya, Dishub memprioritaskan pemasangan LPJU dimulai dari desa, kemudian usulan Musrenbang dan usulan lainnya.
Baca juga
"Untuk di ruas jalan Cungkuk - Glagahombo, kita mungkin belum kesana, jadi kita mulai perencanaan dimilai dari desa, permohonan masyarakat, atau dari hasil musrenbang atau usulan-usulan yang lain, kita usahakan semua akan diterangi,” ucap Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Wahyu Estijanto ST, kemarin.
Wahyu mengakui sejumlah jalan kabupaten memang belum dilengkapi fasilitas penerangan. Namun pihaknya terus berupaya agar seluruh jalan tercover LPJU. Pada 2018 telah terpasang sebanyak 180 unit. Pada awal 2019 telah direalisasikan pemasangan LPJU paket pertama sebanyak 51 titik yang terpasang pada 4 ruas jalan. Pekerjaan sudah selesai pada Juli lalu.
"Tahun ini ada sejumlah titik pemasangan LPJU, antara lain pada ruas jalan Krongahan - Jaban, Bantulan - Cebongan, Nglampis - Kaliduren, Kalasan - Protojayan," terang Wahyu.
Dishub, lanjut Wahyu, juga tengah melakukan upaya penambahan, namun masih dalam tahap lelang sebanyak 2 paket yang nantinya akan dipasang di 160 titik. Diperkirakan kontrak pada akhir Agustus dengan masa pengerjaan selama2 bulan, dengan alokasi anggaran total mencapai Rp 700 juta dan seluruhnya memanfaatkan sumber listrik dari PLN.
"Proses lelang untuk pemasangan di 160 titik dan tersebar di 9 ruas jalan, yakni Rejondani - Gondangan, Kayunan - Candi Karang, Gandok - Plosokuning, Karang Kalasan - Salakan, Cebongan - Ngangkrik, Sedogan - Sempu, Wadas - Turi, Morangan - Klelen dan Caturharjo - Ngemplak," terangnya.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |