SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Realisasi proyek pembangunan di Sleman selama 2019 lalu mendapat atensi serius dari Bupati Sri Purnomo. Sebabnya karena banyak temuan di lapangan yang justru berbeda dengan laporan yang diterima. Tapi kondisi seperti itu dipastikan bakal berkurang pada tahun ini.
Ya, Bupati memberikan amanat khusus pada Forum Pemantau Independen (Forpi) untuk lebih intens mengawal proses konstruksi di bumi Sembada. Tujuannya jelas agar hasil pekerjaan bisa lebih baik, tepat sasaran, tepat waktu, tepat mutu dan tepat guna sekaligus efisien dari sisi anggaran.
Baca juga
Bupati menyampaikan pesan ini saat penandatanganan Pakta Integritas, kemarin. Taufik, B.Sc, anggota Forpi Sleman memastikan amanat bupati bakal dijalankan dengan baik. Apalagi secara personal ia cukup intens mengawal proses pembangunan di Sleman.
"Kami siap menjalankan amanat Bapak Bupati. Kami tidak akan segan-segan lagi menegur kalau ada kekeliruan. Dari pengalaman tahun kemarin kami akan lakukan pengawalan yang lebih sistematis lagi," tegas Taufik.
Dia menjelaskan, selama ini memang cukup banyak persoalan dalam proses konstruksi di Sleman. Masalah itu bahkan sudah muncul sejak dalam proses lelang, sampai ada hasil lelang yang tidak diterima PU dan dikembalikan ke BLP karena bermasalah.
Persoalan yang terjadi sejauh ini adalah disebabkan lemahnya pengawasan dalam proses pembangunan. Banyak kontraktor konsultan pengawas yang tidak kualified mendapatkan kontrak pengawasan. Selain itu, fungsi inspektorat (APIP) harus lebih intens di dalam menjalankan fungsinya.
Dengan tambahan pengawasan dari Forpi, lanjut Taufik, diharapkan seluruh prosesnya bisa berjalan lebih baik, lebih transparan dan hasil pekerjaannya memiliki mutu yang sesuai harapan sehingga duit rakyat yang digunakan tidak terbuang percuma.
"Uang yang dipakai ini harus dipertanggungjawabkan, bagaimana, ya dengan menghasilkan produk pekerjaan yang bagus. Jangan asal-asalan. Rangkaian prosesnya dimulai dari awal tahapan lelang. Kalau kemudian ada masalah, semua harus tanggungjawab," tegasnya.
Forpi Sleman sendiri saat ini terdiri dari enam personel, selain Taufik BSc dari unsur LSM, ada Octo Lampito dari unsur media sebagai koordinator, lalu anggota antara lain Dr. Hempri Suyatna dari unsur akademisi, Nur Cahyoprobo dari unsur tokoh masyarakat serta Tutik Purwaningsih dari unsur LSM serta ada penambahan personil dari unsur akademisi yakni Agus Nugroho ST MT Dosen Teknis Sipil UGM.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |