BANTUL (wartakonstruksi.com) – Pipa jaringan SPAM Regional yang mengalami kebocoran yang berlokasi di Gunungpolo dan sebelah timur pasar Semapir beberapa hari lalu akan segera diperbaiki. Kepastian perbaikan tersebut setelah adanya kesepakatan dari pengguna layanan yakni PDAM Bantul dan PDAM Sleman.
Kasi Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Air Minum Perkotaan Balai PIALAM DIY, Dedi Risdiyanto ST kepada wartakonstruksi.com mengungkapkan, kebocoran yang terjadi pada pipa jaringan yang berada di Gunungpolo dan timur pasar Semampir beberapa hari lalu disebabkan adanya pengelasan yang kurang sempurna pada sambungan dan ada beberapa perpak yang perlu diganti serta gate valve yang sudah dol (longgar, red) juga perlu diganti.
Baca juga
Menurutnya, lamanya proses perbaikan karena perlu adanya kesepakatan dari pihak pengguna layanan, karena proses penggantian harus ada pematian atau penghentian sementara pendistibusian, untuk sparepart, kata Dedi, keduanya sudah tersedia.
“Proses penggantian harus dalam keadaan kering tanpa ada aliran air, untuk perbaikan jaringan yang di Gunungpolo membutuhkan waktu sekitar 29 jam sedangkan untuk perbaikan yang di sebelah timur Pasar Semampir butuh waktu 24 jam,” ungkapnya.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/10-2019/pipa-spam-bocor--12-06.jpg)
Untuk sementara, langkah antisipasi yang sudah dilakukan untuk mengatasipasi kebocoran dibagian perpak yang ada di Gunungpolo pihak PIALAM menutupinya dengan batu. Sedangkan kebocoran yang ada di timur pasar Semampir tidak terlau besar. Kebocoran disebabkan ada pengelasan yang kurang sempurna. Jaringan ini, kata Dedi, berfungsi untuk mendistribukan air dari Bantar menuju ke reservoir Guwo Pajangan.
Adanya penghentian suplay air tentu akan berdampak kepada pengguna. Oleh karenanya harus ada alternatif. Dalam rapat koordinasi sudah ada kesepakatan untuk itu, sehingga proses perbaikan dijadwalkan akan dilaksanakan pekan depan, tepatnya tanggal 15 Oktober 2019.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/10-2019/pipa-bocor--12-06.jpg)
“Alternatifnya , para pihak pengguna sendiri yang mengaturnya. PDAM Bantul dan PDAM Sleman telah mencari jalan keluar terbaik supaya tidak ada pihak yang dirugikan,” jelas Dedi.
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : Sodik |