SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Setelah 10 tahun mangkrak sebanyak 2 unit bangunan di area Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA – UGM) baru akan digarap pekerjaanya pada 2020 ini. Dana yang disiapkan untuk proyek itu sebesar Rp 62 miliar.
Kepastian tersebut disampaikan Direktur RSA UGM, dr. Arief Budiyanto Ph D. Sp KK (K) di sela melakukan pertemuan dengan Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Selasa (28/1/2020).
Baca juga
Arief mengungkapkan, pada awal pembangunan proyek tersebut didanai APBN melalui Kemenristek, namun untuk melanjutkan proyek kali ini dianggarakan melalui dana di Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Jadi struktur bangunan itu sudah dibangun lebih dari 10 tahun yang lalu, itu kekuatan strukturnya mungkin sudah berkurang. Sesuai rencana kita berkomitmen harus segera dibangun tahun ini," terang Arief kepada wartakonstruksi.com di RS UGM di Jl. Kabupaten, Padukuhan Kronggahan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping.
Menurutnya, sesuai awal DED pelaksanaan pembangunan akan direalisasikan awal tahun, yakni sekitar Maret - April dan diproyeksikan dapat difungsikan tahun 2021. Nantinya kedua unit bangunan tersebut akan dimanfaatkan untuk peningkatan layanan kepada masyarakat.
"Proses lelang belum, saat ini sedang review DED, lelang kemungkinan dalam 2 atau 3 minggu ke depan. Semua pengadaan lewat UGM dengan total anggaran sebanyak Rp 62 miliar untuk dua unit bangunan. Setelah selesai nanti akan dimanfaatkan sebagai layanan medical cek up, ginjal terpadu, unit stroke, pelayanan hemodialisis, pelayanan syaraf dan perilaku terpadu," beberArief.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat layak fungsi (SLF)
sebagai bagian dari kelengkapan perizinan. Terlebih untuk bangunan dan gedung yang masuk dalam kategori fasilitas publik, termasuk di bidang kesehatan.
"Sehingga gedung-gedung dan bangunan yang dibangun betul-betul memenuhi standar bangunan. Jangan sampai nanti usaha-usaha baik di bidang kesehatan ataupun perekonomian di Sleman menjadi mandek gara-gara belum punya SLF," kata Bupati.
Ditambahkan Nenggih Wahyuni SIP MA, Koordinator Humas RSA UGM, dengan segera dilanjutkannya pembangunan gedung yang sempat mangkrak, maka diharapkan dapat mengembangkan layanan kepada masyarakat.
"Memang untuk pengembangan layanan kita masih butuh seperti klaster-klaster, yang dipindahkan ke sana nanti untuk unggulan ada ginjal terpadu dan dan pelayanan jantung," tambah Nenggih
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |