YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Progres pekerjaan preservasi jalan Yogyakarta – Wonosari – Duwet cukup menggembirakan. Sejumlah titik yang semula mengalami keusakan sudah kembali mulus dan segera dilakukan pemasangan marka jalan.
Proyek preservasi jalan Yogyakarta Wonosari Duwet sendiri terdiri dari beberapa lingkup pekerjaan antara lain pemeliharaan rutin jalan, rekondisi, holding, pemeliharaan berkala jembatan dan pemeliharaan jembatan.
Baca juga
Di lingkup holding, terdapat pekerjaan rekonstruksi setempat dengan penjang penananganan 6,14 persen. Di lingkup ini, progresnya sudah mencapai 75,6 persen dari rencana 16,3 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 59,3 persen.
Pada lingkup pemeliharaan jembatan item pekerjaan meliputi pembersihan dan pengecatan serta ekspansion join. Sedangkan pada lingkup pemeliharaan berkala jembatan item pekerjaannya meliputi FRV dan pemasangan beton FC 20.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/07-2021/FRV-Irung-Petruk--07-09.jpg)
“Realisasi pekerjaan berkala jembatan sudah mencapai 100 persen. Lingkup ini terdapat di 2 jembatan yakni Jembatan Irung Petruk dan Jembatan Tambalan IIA. Tapi yang Tambalan II tidak ada FRV, hanya beton dan pasangan batu,” jelas Didif Sisnanta, manajer proyek preservasi Jalan Yogyakarta Wonosari Duwet.
Item pekerjaan pada pemeliharaan rutin dan rekondisi jalan meliputi pembersihan daerah milik jalan (damija) dan penambalan lubang cap (campuran aspal panas). “Yang holding sudah, minggu depan sudah kita pasang marka karena umur sudah masuk,” jelas Didif.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/07-2021/pasangan-batu-nambangan--07-09.jpg)
Proyek preservasi jalan Yogyakarta – Wonosari – Duwet digarap PT. Selo Adikarto dengan nilai kontrak sebesar Rp 11,4 miliar.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |