Minta Proyek Fisik Disetop, Taufik Usul 9 Poin Penanganan COVID-19 di Sleman
Jumat, 27 Maret 2020 19:24 WIB

Anggota+Forpi+Sleman

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Taufik B.Sc, aktivis senior yang juga anggota Forpi Sleman angkat bicara soal Surat Menteri Keuangan  yang menghentikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari DAK fisik TA 2020. Menurutnya kebijakan itu satu langkah tepat demi keselamatan negeri ini.

Kebijakan tersebut, kata Taufik, hendaknya menjadi rujukan bagi Bupati Sleman, Sri Purnomo agar mengalokasikan APBD-nya untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

Baca juga

"Abaikan pelaksanaan fisik, tunda tahun depan. Sekarang proyeknya pencegahan dan penanggulangan Corona, pakai anggarannya agar bisa maksimal hasilnya. Pemda jangan hanya keluarkan surat edaran saja tapi tidak ada actionnya, sementara kasus yang terinfeksi Covid semakin meningkat," ungkap Taufik.

Dirinya mengusulkan 9 poin penangananan COVID-19 di kabupaten Sleman. Hal ini demi pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona yang belakangan semakin meningkat. Poin yang dimaksud di antaranya;

  1. Proteksi keluar masuk kendaraan dan orang yang masuk ke Sleman dengan menugaskan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Sat Lantas Polres Sleman, TNI dan Kesehatan sebaga gugus depan.
  2. Melakukan penyemprotan di 17 Kecamatan yang di Koordinatori oleh Camat dan Jajarannya, penyemprotan di area Publik dan Sarana Ibadah, Pasar, toko, Sekolah dan lain lain.
  3. Kelurahan, RW, RT melakukan pendataan warga yang datang terlebih dari Jakarta dan tempat yang menjadi sumber virus.
  4. Masing-masing Desa memanfaatkan Gedung Serba Guna untuk melakukan pemeriksaan warga pendatang.
  5. Semua Instansi konsentrasi membantu Dinas Kesehatan dalam upaya penanggulangan terutama BPBD, DPUKP, DLH, Lembaga Kemasyarakat yang ada di Sleman untuk melakukan penyemprotan Disinfektan dengan menggunakan Truk Tangki yang biasa untuk siram tanaman dan Mobil Damkar.
  6. Semua petugas diberikan APD yang komplit terutama petugas kesehatan oleh Pemda Sleman.
  7. Gunakan gedung-gedung Asrama Haji, dan gedung lainnya untuk isolasi, tidak semua harus dibawa ke Puskesmas dan RS agar lebih terpantau serta membantu RS karena tempatnya terbatas.
  8. Petugas juga diisolasi tidak pulang ke rumah, demi mengurangi penularan ke Keluarga dan lingkungan dimana dia tinggal.
  9. Semua biaya dan Kelengkapan disediakan dan ditanggung oleh Pemda Sleman
Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News