Penyemprotan Desinfektan Sudah Seperti Cuci Kendaraan, Gugus Tugas Diminta Responsif
Sabtu, 11 April 2020 10:57 WIB

Penyemprotan+desinfektan+sudah+seperti+cuci+kendaraan

SLEMAN (wartakonstuksi.com) - Lockdown lokal yang diterapkan hampir di setiap kampung di wilayah Kabupaten Sleman menjadi permasalahan baru. Pasalnya setiap pendatang di kampung itu disemprot dengan cairan desinfektan. Sementara cairan yang disemprotkan belum tentu sesuai standar dan aman.

Pertanyaan yang merebak saat ini adalah siapa yang bertanggungjawab atas cairan yang disemprotkan tersebut. Jangan sampai tujuannya baik tapi malah menimbulkan permasalahan baru.

Baca juga

Seperti di salah wilayah Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Cairan desinfektan disemprotkan seperti cucian mobil saja, terkesan berlebihan sehingga menimbulkan kekesalan bagi warga setempat yang akan keluar masuk ke lingkungan tersebut.

"Petugas jaga menyemprotkan cairan desinfektan udah kaya cucian mobil aja, kalau ini dibiarkan akan timbul permasalahan baru, semua kan ada SOP-nya, enggak sembarang maen semprot aja. Kalau terjadi hal-hal yang merusak anatomi tubuh yang disemprot, siapa yang akan bertanggungjawab?" ungkap warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Meskipun sudah ada imbauan dari Bupati terkait penanganan Corona, tapi sebagian masyarakat masih buat aturan sendiri. Bila persoalan ini tidak segera ditangani, akan berbahaya dan akan menimbulkan permasalan sosial baru di masyarakat. Gugus yangg dibentuk harus responsif melihat fenomena ini.

Daripada bikin posko dan menyemprotkan cairan dengan asal, lebih baik disemprotkan langsung di lingkungan warga yang sering menjadi aktifitas berkumpul. Misalnya jalan lingkungan, pos ronda, tempat ibadah, warung, toko dengan intensitas diperbanyak, hal ini sejalan dengan anjuran dan protokol pemerintah.

Senada diungkap Pranoto, pengguna roda 4 yang tidak bisa WTF. Dia mengaku kerepotan saat akan memasuki satu wilayah karena harus melewati check point untuk dilakukan penyemprotan pada kendaraan yang digunakannya.

"Bagi saya itu berlebihan, sehari berapa kali saja disemprot. Saya milih balik kanan cari jalan lain saja. Kalau nanti ada kerusakan pada kendaraan saya bagaimana, itu gak ditanggung asuransi lho. Kan repot saya, sementara tidak tahu apa isi kandungan cairannya," keluhnya.

Atas kondisi yang berkembang saat ini, dia pun berharap kepada pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas untuk melakukan pengecekan terhadap  campuran cairan, bila perlu lakukan test laboratorium.

Dengan demikian masyarakat merasa aman karena penanganan wabah Corona akan lebih terarah sesuai petunjuk dan SOP yg telah diedarkan ke 17 Kecamatan dan 86 Desa di Wilayah Kabupaten Sleman.

Penulis : WK-004
Editor : ED-WK01
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News