KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Rencana pemindahan kompleks perkantoran Pemkab Kulonprogo terus bergulir. Desa Margosari menjadi prioritas untuk rencana itu, dan pemkab butuh lahan puluhan hectare agar kompleks perkantoran bisa dipindah ke lokasi baru.
Pemindahan perkantoran sendiri bakal dilakukan pada 2021 mendatang. Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dipertaru) Kulonprogo, Taufiq Prihadi SE, tak menampik kabar itu. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2019, Taufiq memastikan bahwa Pemkab tengah melakukan tahapan dengan menyiapkan masterplan.
Baca juga
“Memang dari pemerintah sudah menentukan lokasi yang baru, dari beberapa kajian dan skala prioritas yang dilakukan pilihannya jatuh di Desa Margosari. Saya sendiri lokasinya secara persis juga belum tahu, hanya memang di sana. Untuk sekarang masih tahap penyiapan masterplan oleh PU, kalau tidak salah malah baru bulan Juli kemarin dimulai,” ujar Taufiq.
Menurut Taufiq, sebelum menentukan lokasi sudah dilakukan kajian terlebih dahulu oleh sejumlah OPD, baik dari aksesibilitas, ketersediaan fasilitas umum, serta tingkat kepadatan penduduk.
Setelah masterplan disiapkan tahun ini, selanjutnya pada tahun depan masuk pada tahap penyiapan dokumen usulan perencanaan pengadaan lahan dan pada tahun berikutnya memasuki tahap perencanaan pelaksanaan pengadaan lahan yang nantinya bakal digunakan untuk kompleks kantor Pemkab Kulonprogo.
“Yang sekarang ini kan tiap OPD belum bisa semuanya terintegrasi, masih terpencar. Nah untuk yang baru nanti semua bisa dalam satu kompleks, sehingga untuk koordinasi masing – masing OPD lebih mudah,” jelas Taufiq
Untuk kebutuhan kompleks perkantoran yang baru, lanjut Taufiq, Pemkab membutuhkan lahan cukup luas seluas antara 15 hingga 20 hektare. “Targetnya ya kisaran itu, besok kan tidak hanya gedung perkantoran saja, pasti ada beberapa bangunan sebagai sarana penunjang yang lain sehingga memang yang dibutuhkan sekitar itu, bahkan malah ada kemungkinan lebih,” pungkasnya
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |