Proyek Peningkatan DI Simo Kelar, Layanan Air Digaransi Lebih optimal
Rabu, 29 September 2021 07:45 WIB

Peningkatan+saluran+irigasi+DI+Simo

GUNUNGKIDUL (wartakonstruksi.com) – Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I. Simo di Gunungkidul akhirnya selesai dikerjakan. Provisional hand over (PHO) hasil pekerjaan yang digarap PT. Karya Cipta Mulia dilakukan hari ini, Rabu (29/9/2021).

“Alhamdulillah pekerjaan sudah selesai sesuai dengan target, hari ini PHO,” ucap Haryanto, ST, direktur PT. Karya Cipta Mulia kepada media ini.

Baca juga

Sesuai kontrak, proyek milik bidang SDA, Dinas PUP ESDM DIY ini dikerjakan dalam waktu 6 bulan. lingkup pekerjaan meliputi saluran gendong primer Simo sepanjang 362 meter, saluran Ngunut sepanjang 470 meter, saluran Ngawis 356 meter.

Berikutnya saluran sekunder Karangmojo 675 meter dan saluran sekunder perikanan 280 meter. Selain itu ada pula perbaikan rumah pompa Ngipak 1 dan 2 serta rumah pompa Sambirejo.

{$lg[1]}
Peningkatan saluran irigasi DI Simo meliputi pekerjaan saluran gendong primer dan sekunder. Foto: dok

Kabid SDA, Dinas PUP ESDM DIY, Tito Asung Kumoro ST M.Eng mengungkapkan, rumah pompa Ngipak 1, 2 dan Sambirejo sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Kini ketiga rumah pompa sudah diperbaiki sehingga layanan air diharapkan bisa lebih baik lagi.

“Petugas OP bisa mengawal layanan air dengan lebih baik, bisa bekerja lebih tenang karena sekarang rumah pompa sudah diperbaiki,” terang Tito.

{$lg[1]}
Item lain adalah perbaikan 3 rumah pompa. Foto: dok

Dari tiga rumah pompa yang diperbaiki, Ngipak 1 memiliki oncoran paling luas  mencakup areal lahan seluas 54 ha, Ngipak 2 seluas 49 ha dan Sambirejo luas oncornnya mencakup areal seluas 39.91 ha.

Terkait saluran, kata Tito, mencakup saluran gendong primer yang berfungsi untuk penanganan banjir. Saluran ini disiapkan sebagai penangkal banjir agar air tidak masuk ke saluran primer.

{$lg[1]}
Peningkatan DI simo bertujuan untuk optimalisasi layanan air bagi 261 ha lahan di area tersebut. Foto: dok

“Jadi airnya ditangkap saluran gendong primer, tidak langsung ke primer. Pembuangannya langsung ke gorong-gorong dan menuju ke Sungai Beton,” paparnya.

Saluran lain, lanjut dia, ada saluran pembuang yang meliputi saluran pembuang Ngunut dan Ngawis. Kedua saluran pembuang ini juga berfungsi untuk penanganan banjir. Saluran lain masih ada saluran sekunder Karangmojo.

“Total saluran tertangani 2.143 meter. Harapannya tentu saja layanan air pada areal pertanian seluas 261 ha yang ada di jaringan irigasi Simo ini bisa lebih optimal,” harapnya.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News