KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Tidak semua destinasi wisata baru bernasib baik. Ada yang langsung viral dan banyak dikunjungi wisatawan. Ada juga destinasi wisata alternatif yang kondang sejenak namun kemudian hilang dari peredaran.
Puncak Kleco yang ada di Dusun Duwet, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo termasuk di dalamnya. Obyek wisata ini sebenarnya cukup menarik. Menawarkan panorama yang indah dari atas perbukitan, obyek wisata ini jadi jujugan studi banding banyak pihak.
Baca juga
Terbaru rombongan studi banding datang dari Klaten, Jawa Tengah. soal kunjungan, belakangan cukup banyak goweser yang datang ke lokasi ini. Meski ada juga pengunjung asing seperti dari Korea, Australia dan Belanda.
Kendati begitu, bila dibandingkan dengan destinasi yang baru saja muncul pamor Puncak Kleco memang kalah jauh. Akses menuju Puncak Kleco disinyalir menjadi sebab Puncak Kleco relatif lambat naik daun. Bagaimana tidak, akses ke Puncak Kleco berupa tanjakan yang cukup berat.
![{$lg[1]}](https://wartakonstruksi.com/upload/02-2020/Akses-Puncak-Kleco--15-21.jpg)
Maryanto, salah satu pengelola dari Puncak Kleco mengungkapkan, awalnya ada seorang warga yang sering main ke Puncak Kleco. Ia kemudian punya gagasan dibangunnya tempat wisata. Pemikiran cerdas ini diprakarsai oleh almarhum Kelik Srihartono.
Puncak Kleco berdiri di atas tanah milik warga dan bukan tanah milik negara atau pemerintah setempat. Dibuka tahun 2016 lalu dan sudah diresmikan oleh Bupati Kulon Progo. Untuk pengembangannya dibangun sejumlah fasilitas dengan dana swadaya masyarakat.
“Sudah pernah mengajukan proposal tetapi tanah ini milik pribadi jadi agak sulit mendapat bantuan dana tetapi pihak terkait akan mengusahakan. Dana yang dipakai selama ini adalah dana masyarakat dan juga dana dari dana kerjasama dari pihak travel,” katanya.
Menurut dia, Pemkab setempat sudah meninjau tempat ini dan memberi saran agar pengelola melengkapi fasilitas berupa penunjuk arah agar bisa diketahui pengunjung. Hal ini penting karena pos jaga yang sudah dibuat, selama ini hanya dijaga pada hari Minggu saja.
Pantauan media ini, dilihat dari sisi fasilitas sudah cukup memadai. Di lokasi sudah ada masjid, pendopo, toilet dan stand makanan bahkan penerangan juga cukup. Yang masih kurang hanyalah tingkat kunjungan yang dirasa masih jauh dari harapan.
“Harapan nya ya mudah mudahan tempat ini dikenal masyarakat luas dan bisa untuk mengangkat perekonomian dari kami,” harapnya.
| Penulis | : MG WK003 |
| Editor | : Sodik |