Sudah Uzur, Balai PIALAM Segera Ganti Vacuum Pump Hibah JICA
Jumat, 08 Mei 2020 11:00 WIB

Vacuum+pump+Balai+PIALAM+DIY+segera+diganti+baru

BANTUL (wartakonstruksi.com) – Proses pelumpuran yang selama ini terhambat karena alat vacuum pump rusak, dipastikan bakal kembali normal. Hal itu karena alat warisan JICA yang sudah berusia lebih dari 23 tahun itu bakal segera diganti dengan alat baru.

Penggantian vacuum pump tidak bisa ditunda lagi, karena alat yang sudah uzur itu semakin sering rusak. Untuk membeli vacuum pump baru dialokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta. Lelang pengadaannya masih dalam tahap pembuatan dokumen oleh Pokja.

Baca juga

“Ini baru proses pembuatan dokumen oleh Pokja. Senin atau Selasa akan diumumkan. Tapi kalau memungkinkan siang ini akan diumumkan oleh pokja,” ucap Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah dan Air Minum (PIALAM) DIY, Rosdiana Puji Lestari ST M.Eng, Jumat (8/5/2020).

Rosdiana mengakui, alat yang ada saat ini sudah uzur. Alat itu sudah beroperasi sejak hibah dari JICA dan sampai sekarang belum pernah diganti. Selama ini, alat hanya diservis dan diperbaiki. Namun kondisi terakhir, alat sudah tidak bisa diperbaiki lagi sehingga harus diganti dengan alat yang baru.

Dia berharap, proses lelang nanti bisa mendapatkan rekanan yang kredibel dan produk yang maksimal. Dengan begitu alat yang digunakan Balai PIALAM pun bisa optimal. “Apalagi ini untuk pengolahan limbah domestic masyarakat Yogya, tentu harus yang terbaik,” tegasnya.

Vacuum pump berfungsi untuk menyedot lumpur dari bagian bawah kolam untuk kemudian dilempar ke bak pengering. Proses pelumpuran ini harus dilakukan agar tidak ada penumpukan lumpur di dasar kolam dan mengakibatkan pendangkalan.

Pada tahun 2019 lalu, proses pelumpuran yang sesuai jadwal seharusnya dilakukan pada bulan Juni akhirnya mundur beberapa bulan karena vacuum pump rusak. Pelumpuran menunggu perbaikan dan overhaul vacuum pump selesai. Di sisi lain, biaya perawatan untuk vacuum tidaklah sedikit, mencapai Rp 40 juta.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News