Tangani Covid-19, Bambang Ratmaka Minta Pemkab Kulon Progo Lebih Serius dan Berpikir Visioner
Sabtu, 11 April 2020 04:19 WIB

Ketua+Gapeknas+Kulon+Progo

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Kulon Progo menjadi pintu gerbang utama masuk ke wilayah DIY dan sekitarnya. Pasalnya semua penerbangan domestik maupun mancanegara dipusatkan di bandara YIA. Sayangnya, pemusatan penerbangan tersebut bersamaan dengan merebaknya pandemi Covid-19, sehingga menimbulkan kekhawatiran sejumlah kalangan.

Bambang Ratmaka, Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kulon Progo mengatakan, kekhawatiran kemungkinan penyebaran virus Corona di Kulon Progo bukan tanpa sebab, sejak semua penerbangan dipindah ke Bandara YIA 29 Maret lalu otomatis Kulon Progo menjadi  pintu masuk menuju Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga

Untuk itu, dia meminta kepada Pemkab Kulon Progo untuk serius dan berpikir visioner dalam penanganan Covid-19. “Covid-19 bukan seperti penyakit biasa, karena virus ini penyebarannya demikian cepat. Oleh karena itu perlu penanganan yang luar biasa. Tidak bisa disikapi seperti biasa selayaknya penyakit yang lain,” katanya.

Dalam rilis yang diterima redaksi Warta Konstruksi, dia mengusulkan beberapa langkah. Di antaranya harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi. Mulai dari penangananannya maupun efek yang ditimbulkan, semuanya harus dirumuskan secara matang dan cepat.

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19, Pemkab diharapkan sudah mempersiapkan sarana untuk penangananan pasien paling tidak mampu menampung untuk 2.000 pasien, langkah ini sebagai antisipasi manakala rumah sakit sudah tidak mampu lagi menampung pasien tersebut.

Sarana yang bisa digunakan untuk penanganan darurat tersebut menurutnya sementara bisa menggunakan gedung taman budaya dan gedung haji. Tentunya penggunaan tersebut setelah mendapat izin dari instansi atau lembaga yang berwenang atas bangunan tersebut.

"Selain gedung tersebut, alternatif lainnya seperti Wisma Sermo, eks SD regruping di Kulur, Karangwuni di pelabuhan berikut perumahannya juga kosong serta di tiap desa ada Poskesdes yang kebanyakan kosong tidak dipergunakan," tambah dia.

Selanjutnya, kata dia, meskipun sarana darurat, namun fasilitas harus dilengkapi sebagaimana layaknya Rumah Sakit penanganan Corona di antaranya tempat tidur pasien, ventilator, dan lain sebagainya. Terkait ventilator, lanjutnya lagi,  Pemda bisa menggunakan ventilator portable karya BPPT, selain murah juga praktis dalam penempatannya.

"Alternatif ventilator portabel karya BPPT harganya murah, dibanding produk China yag belum tentu ready stock," sambungnya.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan tenaga medis yang cukup, dan bila perlu mengangkat tenaga honorer dari lulusan sekolah kesehatan atau siswa yang hampir lulus serta sekolah-sekolah kedokteran yang lain.

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News