SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Aktivis senior Taufik B.Sc pertanyakan stok masker yang ada di BPBD Sleman. Pasalnya sejauh ini instansi yang membidangi kebencanaan di Kabupaten Sleman tersebut terkesan menutupi jumlah riil yang ada saat ini.
Kepada media ini Taufik mengatakan, adanya ketidaksinkronan informasi mengenai jumlah stok masker di BPBD. "Ada yang mengaku jumlahnya 80 Ribu dan masih tersimpan di gudang, ada juga yang mengatakan 30 Ribu dan ada pula yang mengaku 32 Ribu, mana yang benar ini,, jangan-jangan malah gak ada lagi," katanya.
Baca juga
Atas ketidaksinkronan data tersebut, Taufik merasa prihatin. Pasalnya di tengah anjuran pemerintah kepada masyarakat untuk menggunakan masker pada saat beraktivitas di luar rumah, semestinya BPBD hadir dan membagikan masker tersebut kepada masyarakat.
Lebih memprihatinkan lagi karena ada pejabat BPBD yang bersikukuh stock masker yang ada di instansi tersebut hanya bisa digunakan untuk penanggulangan bencana erupsi Merapi saja. Tentu itu pernyataan yang sangat tidak bijak dikatakan seorang pejabat terkait. Karena kita tahu, lanjut dia, Virus Corona juga mengancam nyawa manusia. Bahkan sudah di depan mata.
Masyarakat saat ini sedang dalam kesulitan karena dibatasi aktivitasnya, tidak sedikit di antara mereka yang menganggur, terutama buruh bangunan yang saat ini proyek-proyek disetop dan dananya dialihkan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
Sesuatu hal yang menyedihkan, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja saat ini masyarakat kesulitan, kata dia, apalagi jika ditambah untuk membeli masker. Bila dalam satu keluarga anggota keluarganya terdiri dari 4 orang, lanjut dia lagi, berarti mereka harus mengeluarkan goceknya minimal Rp 20 ribu per hari.
Melihat realitas di masyarakat seperti itu, mestinya pemerintah hadir untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan masker tersebut, tidak hanya sekadar memberikan anjuran tapi membagikan masker secara gratis.
"Masyarakat sekarang banyak yang nganggur, buruh dan pedagang kecil sangat terdampak. Anjuran di rumah aja bikin mereka tidak dapat penghasilan, jangankan untuk membeli masker, untuk makan aja susah," tandas Taufik.
Taufik menyarankan, sebaiknya stock masker yang ada di BPBD tersebut didistribusikan saja kepada masyarakat, karena saat ini masyarakat sedang sangat membutuhkan. "Akan lebih bermanfaat digunakan masyarakat ketimbang disimpan terus di dalam gudang," pungkas Taufik.
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : Sodik |