Terima Seribu Hazmat Suit, Dinkes Masih Butuh 300 Masker N 95 untuk 14 Hari ke depan
Selasa, 21 April 2020 10:38 WIB

Dinkes+Sleman+menerima+batuan+seribu+hazmat+dari+Kemenkes+RI

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menerima ribuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa hazmat suit coverall dari Kementerian Kesehatan RI, Senin (20/4/2020) pagi. Di sisi lain Dinkes Sleman tengah kekurangan masker N 95.

Fasilitas hazmat itu nantinya bakal diperuntukan bagi tenaga medis yang bertugas di seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan  yang bukan merupakan rujukan pasien Covid-19. Konon alat pelindung  ini diklaim sebagai APD yang direkomendasi sesuai standar.  

Baca juga

Pengamatan wartakonstruksi.com, bahan medis yang bertuliskan label merek dengan warna merah ini sekilas terkesan seperti produk dari mancanegara, pada  kemasan pembungkus yang terbuat dari plastik didominasi desain tulisan berbahasa Korea, tanpa ada keterangan ataupun spesifikasi yang berbahasa Indonesia. Meski demikian  pada bagian kiri bawah tertera tulisan Made In Indonesia dan pada sisi bawah kanan terdapat tulisan XL. 

"Barang ini dikirim dari pusat penanggulangan krisis Kementerian Kesehatan, yang didistribusikan kepada Kabupaten dan Kota dalam rangka penanganan Covid-19, yakni berupa baju hazmat sebanyak 1.000 buah all in dengan cover shoe. Itu yang sesuai spesifikasi," kata Pengurus Barang Dinkes Sleman, Hardiyanta  kepada wartakonstruksi.com, kemarin.

Sehingga, kata dia, kebutuhan coverall untuk satu minggu ke depan masih tercukupi, karena selain droping itu masih terdapat stok hazmat spons berjumlah sekitar 600 buah berasal dari bantuan  masyarakat. Dalam minggu ini akan didistribusikan kepada sebanyak 70 klinik yang masing- masing akan mendapatkan APD berupa cover all.

"Yang memang sulit saat ini untuk pengadaan kacamata doubel, kemudian masker N 95. Kami baru mengusahakan untuk pengadaannya. Sementara ini yang di puskesmas menggunakan masker bedah dan face shield, ketersediaan face shield kita masih ada stok sekitar 400 buah," katanya.

Dijelaskanya, kebutuhan mendesak berupa masker N 95 untuk 14 hari ke depan jumlahnya sekitar 300 unit. "Kami mengampu sebanyak 10 rumah sakit non rujukan dan sebanyak 25 puskesmas, kami dari gugus tugas logistik mencoba menjaga ketersediaan untuk mendukung layanan," terang dia.

Penulis : Eko Purwono
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News