Tidak Cukup Hanya Diberi Pelatihan, Tukang di Sleman Diinisiasi Ikut BPJS TK
Rabu, 20 Mei 2026 12:53 WIB

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kabar baik bagi tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Sleman. Dinas PUPKP melalui bidang Pendataan, Pembinaan, dan Pengawasan Bangunan (P3B) menginisiasi mendaftarkan peserta pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi ke BPJS TK.

Inisiatif dinas tentu menjadi kabar yang sangat baik bagi tenaga kerja konstruksi di Sleman mengingat risiko pekerjaan yang dihadapi sangat tinggi. Sehingga dengan didaftarkan BPJS TK, dapat membantu memberi perlindungan jika terjadi kecelakaan kerja.

Baca juga

“Risiko kerja mereka kan tinggi. Kasihan, kalau ada kecelakaan kerja semuanya kalang kabut. Padahal mereka itu juga tulang pungung keluarga. Jadi kami inisiasi kerjasama dengan BPJS TK,” jelas Kabid P3B Dinas PUPKP Sleman, Martinus Doni Kuncahyo, S.E. M.M, kemarin.

Doni menjelaskan, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Kepala BPJS TK Yogyakarta. Hasilnya, inisiasi ini disambut dengan sangat baik. Bahkan, BPJS TK siap mengirim petugas untuk menyampaikan materi saat pelatihan.

{$lg[1]}
Tukang tersertifikasi diinisiassi ikut BPJS TK

“Jadi nanti saat pelatihan akan ada petugas dari BPJS TK yang juga hadir dan memberikan penjelasan kepada peserta. Kami rasa ini yang pertama kali di Yogyakarta,” jelasnya.

Doni menegaskan, bahwa program ini baru dalam tahap inisiasi dan rencana penganggaran. Meski begitu dia menyebut bahwa inisiasi ini bukan tidak mungkin dilakukan. “Kami lihat ini bisa, kenapa enggak. Hanya memang sejauh ini baru inisiasi dan rencana penganggaran,” tegasnya.

Terkait pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, Doni mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut rutin diselenggaran. Bila sebelumnya pelatihan dan sertifikasi digelar 12 kali dalam setahun, namun tahun ini berkurang menjadi 7 kali dengan jumlah peserta 30 orang setiap pelatihan.

Sampai saat ini, sejak pertama kali pelatihan dan sertifikasi diselenggarakan tahun 2016, sebanyak 3.139 tenaga kerja konstruksi sudah ambil bagian dalam kegiaatan tersebut. Dia berharap, tenaga kerja konstruksi Sleman tidak hanya tersertifikasi, tapi juga terlindungi.

Ditambahkan, mengingat persaingan tenaga kerja konstruksi cukup ketat, maka tenaga kerja konstruksi perlu menumbuhkan lagi daya juang dan daya tahan agar dapat bersaing dengan tenaga dari luar. “Daya juang dan daya tahan harus bisaa ditumbuhkan lagi agar tetap bisa bersaing,” pungkasnya.

 

 

Penulis : WK 002
Editor : Dodi, S.H., M.H
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News