YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Pelaksanaan proyek penataan kawasan jalan Jendral Soedirman dimulai hari ini, Senin (2/7/2019). Proyek yang akan mengubah wajah kota Yogya menjadi Garden City ini dimulai dengan pembersihan lapangan dan koordinasi.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti ST. Selain pembersihan lokasi, kata dia, dilakukan koordinasi dengan para pihak pemilik utilitas, baik itu milik Telkom, PDAM, provider serta stakeholder dan pihak kepolisian.
Baca juga
Menurut Umi, konsep desain yang akan ditonjolkan di kawasan Soedirman yaitu "Balancing Structure" di mana pohon - pohon yang ada tidak simetri sehingga pola pedestrian di Kotabaru mengikuti letak pohon dengan taman yang lengkung, bukan kotak. Sehingga tidak ada kesan kaku.
Namun secara teknis pekerjaan, Umi mengaku tidak jauh berbeda dengan revitalisasi pedestrian di jalan Suroto, karena jalan Soedirman merupakan bagian dari kawasan Kotabaru. Hanya saja ada konsep yang sedikit berbeda.
Pelaksanaan pekerjaan penataan jalan Soedirman direncanakan selesai pada akhir Desember. Namun demikian, dia meminta kepada pihak kontraktor pelaksana selain tepat waktu juga untuk menjaga kualitas dan mutu pekerjaannya.
Untuk penataan kawasan Jalan tahap I, pemerintah Kota Yogyakarta menggelontorkan dana sebesar Rp 12,4 miliar. Nilai tersebut hasil negosiasi dengan kontraktor pemenang lelang. Sebelum dilelang nilai harga perkiraan sendiri (HPS) dikisaran Rp 14,5 miliar.
Selain penataan jalan Soedirman Pemkot Yogyakarta juga telah mengalokasikan anggaraannya untuk penataan sirip-sirip Malioboro. Tahun ini, pengerjaan sirip-sirip tersebut ada di jalan Suryatmajan dan jalan Pajeksan. Untuk menunjang kawasan Malioboro ini Pemkot juga telah menggelontorkan dana sebanyak Rp 6,6 miliar.
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : Sodik |