Top, Deviasi Positif Proyek Sabo Dam Kapuhan Sentuh 44 Persen
Kamis, 15 Oktober 2020 09:36 WIB

progres+sabo+dam+kapuhan+sentuh+55+persen

MAGELANG (wartakonstruksi.com) – Selain membangun 3 sabo dam dengan dana APBN, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, membangun satu sabo lain di Magelang. Yaitu membangun sabo dam di kali Pabelan, Kapuhan, Magelang.

Yang menarik dari proyek ini adalah pekerjaan yang berlangsung super cepat. Satu bulan sejak ditandatangani kontrak, progress pekerjaan langsung melesat jauh. Sesuai jadwal, pada pekan kelima progress pekerjaan direncanakan baru menyentuh angka 11,5 persen, faktanya pekerjaan justru sudah separuh lebih.

Baca juga

Ya, progress pekerjaan hingga pekan kelima sudah menyentuh 55 persen, atau mengalami deviasi positif sebesar 44 persen. “Kontrak tanggal 9 September dan berakhir nanti pada 31 Desember 2020. Progress sekarang sudah 55 persen, mengalami deviasi positif 44 persen dari rencana 11,5 persen,” jelas Erizal, pengawas proyek dari Yachiyo Engginering Co. Ltd.

Menurut Rizal, proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan main dam, menyambung aprol, side wall, perkuatan tebing, dan membangun intake irigasi kanan. Proyek ini melanjutkan pembangunan sub dam yang sudah dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Main dam memiliki tampang basah 55 meter dan bentang keseluruhannya mencapai 123 meter.

Menurut Rizal, pembangunan sabo dam di Kapuhan berungsi untuk pengendali banjir lahar dingin Merapi, kemudian menstabilkan dasar sungai. Dengan tinggi 14 meter dari dasar sungai, sabo dam Kapuhan juga berfungsi untuk menaikan air irigasi. “Jadi nanti juga akan dibangun intake untuk irigasi dengan ukuran 80 cm x 1 meter,” jelasnya.

Sutapa, pelaksana proyek dari PT. Aneka Reka Buana mengatakan, pihaknya dituntut melakukan percepatan guna mengantisipasi musim hujan. Dia bersyukur pada pekan kelima progress pekerjaan sudah mencapai 55 persen meski sesuai jadwal semestinya baru 11,5 persen.

Guna mendukung percepatan itu, pelaksana mengerahkan 7 alat berat bachoe, 6 dump truck untuk mobilitas material. Penambahan juga dilakukan terbadap bas borong pada proyek tersebut.

“Bas borongnya kita ada 3 bas borong untuk percepatan tenaga. Kemudian untuk dewatering atau mengeringan, kita siapkan pipa ukuran 6 inci ada 3, 4 inci ada 2 masih ditambah yang ukurannya kecil-kecil,” terang Sutapa.

Sutapa optimistis pekerjaan akan selesai sebelum akhir masa kontrak tanggal 31 Desember 2020. “Kita upayakan selesai sebelum tanggal 31 Desember. Kami optimistis bisa selesai sesuai harapan,” harapnya.

Penulis : O-Kz
Editor : Dodi Pranata
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News