KLATEN (wartakonstruksi.com) – Percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah mestinya bisa diikuti sektor lain, salah satunya sarana pendidikan. Dukungan Sarana yang baik memiliki peran signifikan dalam membantu menyiapkan generasi bangsa yang mumpuni.
Tapi kondisi itu mungkin belum sepenuhnya bisa diharapkan. Termasuk di wilayah Kabupaten Klaten. Di sini, hampir semua sekolah yang ada di perbatasan dalam kondisi kurang bagus. Setidaknya ada 94 SD di kawasan yang berbatasan dengan Sleman, Gunungkidul, Boyolali, dan Sukoharjo.
Tak sedikit ruang kelas SD yang mengalami kerusakan. Tidak hanya ruang kelas tetapi juga ruang perpustakaan. Sebut saja SDN 1 Pucang, Kecamatan Tulung, yang berbatasan dengan Boyolali. Semua ruang kelas yang berjumlah 6 dan perpustakaannya dalam kondisi rusak. SDN 2 Katekan di Kecamatan Gantiwarno yang berbatasan dengan Sleman juga rusak ruang kelas dan perpustakaan.
Baca juga:
“Hampir semua SD di perbatasan yang membutuhkan rehabilitasi atau penambahan ruang kelas. Semuanya membutuhkan perbaikan di bidang fisik,†kata Derajat Setiaji, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.
Menurut dia, rehab atau perbaikan tidak hanya ruang kelas dan perpustakaan, tetapi juga gedung sekolah dan penataan lingkungan. Penataaan lingkungan di antaranya tersedianya fasilitas sanitasi karena masih ada sekolah yang tidak memiliki fasilitas MCK.
“Selain itu, kebutuhan sepatu, tas dan seragam juga menjadi perhatian. Masih ada siswa yang tidak memilikinya. Di tahun 2019, sekolah perbatasan mendapat bantuan seragam, tas dan sepatu secara gratis. Sedangkan penataan lingkungan, kami berharap kondisinya bisa lebih baik,†ujarnya.
Berita Klaten lainnya:
Pemkab, kata Derajat, memberi perhatian pada sekolah di perbatasan. Pasalnya, sesuai arahan Bupati Sri Mulyani, daerah perbatasan bukan menjadi halaman belakang tetapi halaman depan. Dengan demikian, halaman depan kabupaten harus terlihat rapi dan bagus. Tidak terkecuali sekolah yang menjadi lembaga pendidikan.
“Ibu Bupati menghendaki sekolah yang berada di halaman depan harus diperbaiki dan direhabilitasi. Hanya, pemerintah dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. Jadi tetap ada skala prioritas. Dan rehabilitasi pun diarahkan untuk SD di perbatasan,†tutur Derajat.
Di tahun 2019, rehabilitasi ruang kelas dilakukan di SDN 1 Tlingsing, Kecamatan Cawas. SD itu berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo. Rehab ruang kelas itu membutuhkan dana Rp 200 juta. Sedangkan SDN Bogem yang mendapat bantuan untuk pembangunan sanistasi berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul. Pembangunan sanitasi diperkirakan menghabiskan dana Rp 150 juta.
SD Klaten di perbatasan memang membutuhkan perhatian. Ironis memang bila kondisi fisik SD tersebut berbeda jauh dengan SD dari kabupaten lain.Â
(Gonang Susatyo)
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |