- Salut, Pelaku Konstruksi Antusias Ikuti Seminar Bedah Pasal 77 Perpres 16/2018
- Wisata Banyu Kencono, Lebih Luas Tapi Lebih Sepi Dari Taman Glugut
- Taman Glugut Potensial, Tapi Sayang Pengembangannya Terhambat Persoalan Tanah
Dia mencontohkan, terkait bidang pertamanan, pengelolanya belum punya pengalaman. Menurutnya, kalau tidak ada yang mendampingi, maka akan terus sepi dan tidak berkembang karena manajemennya sangat minim. Selain itu, tambah Asnuri, Banyu Kencono juga mempunyai masalah terkait sengketa lahan tanah. Lahan yang berada di barat di dalam kawawan Banyu Kencono tersebut diklaim dimiliki oleh seorang warga Wonokromo.
Hal itu dikarenakan, dahulu pertemuan dua sungai itu awalnya berada di timur, lambat laun bergeser ke arah barat, sehingga tanah yang barat hilang, kemudian tanah yang bagian timur sungai bertambah lebar. Saat ini tanah sengketa itu bisa ditandai dengan pohon sengon yang banyak tumbuh di lahan tersebut.
Camat Pleret, M. Alwi mengatakan, Banyu Kencono lebih sepi daripada Taman Glugut, di antaranya karena situasi di lokasi tersebut kalau siang panas karena kurang pohon perindang, sedangkan di Taman Glugut lebih teduh. Taman Glugut juga muncul lebih dulu dibanding Banyu Kencono. Arif KF