KULON PROGO (wartakonstruksi.com) – Pemerintah Kulon Progo melalui UPT Persampahan, Air Limbah dan Pertamanan mengakui kondisi beberapa taman yang tidak terurus, salah satunya taman kota Wates. Alasannya, dana untuk perawatan sangat terbatas.
Kepala UPT Persampahan, Air Limbah dan Pertamanan Kabupaten Kulon Progo Toni SIP kepada wartakonstruksi.com, Jumat (25/10/2019) mengungkapkan, UPT mengelola 43 titik taman di seluruh Kulon Progo. Namun anggaran untuk pemeliharaana itu hanya Rp 69 juta saja setahun.
Baca juga
“Ada beberapa kendala yang memang kita hadapi, anggaran yang memang terbatas dan kualitas air yang banyak mengandung endapan sehingga jaringan air mancur itu mampet karena ada endapannya. Kalau untuk tanaman secara rutin kita lakukan peremajaan. Untuk kelengkapan yang electrikal ini juga biasanya tak terduga,” ungkap Toni.
Toni menjelaskan, secara teknis terdapat 5 tahap perawatan rutin taman kota. Antara lain penyiraman pagi dan sore hari, perawatan lingkungan, perapian, pemupukan dan peremajaan serta perbaikan.
Lebih jauh dikatakan, keberadaan taman kota maupun RTH yang ada di Kulon Progo belum mencapai 30 persen dari luasan wilayah sesuai yang disyaratkan peraturan. “Sesuai aturan di lingkungan hidup dan yang di sini belum mencapai jumlah itu sehingga memang masih perlu ada lagi. Apalagi ke depan ada beberapa program nasional yang segera direalisasi sehingga RTH dan ruang bermain ramah anak sangat diperlukan,” katanya.
Ditambahkan, masih ada 6 kecamatan yang belum memiliki taman, yakni Kecamatan Temon, Kokap, Girimulyo, Nanggulan, Lendah, serta Kecamatan Panjatan. Lalu ada beberapa kecamatan yang taman kotanya masih menyisakan space dan perlu penataan lagi.
“Kita masih memiliki lahan untuk pembangunan taman kota, seperti di Sentolo, Temon dan Kecamatan Galur. Pernah kita mengusulkan eks gedung Dishub untuk pembangunan taman kota, saat itu sudah sampai DED dan perencanaan tapi akhirnya “hilang” dalam pembahasan,” pungkasnya.
Persoalannya, penambahan taman seperti disebutkan di atas hanya akan sia-sia bila tidak disertai dengan penambahan anggaran untuk pemeliharaan. Tanpa pemeliharaan yang baik, taman tidak akan berfungsi sebagaimana diharapkan.
| Penulis | : Bhisma Bharata |
| Editor | : Sodik |