Anggaran Balai PPW DIY Dipangkas 50 Persen, Proyek SPALD-T Kena Imbas
Kamis, 30 April 2020 12:40 WIB

Menteri+Basuki+meninjau+proyek+penyelesaian+RSA+UGM

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Anggaran Balai Prasana Permukiman Wilayah (PPW) DIY di pangkas 50 persen. Pemangkasan tersebut dialihkan guna percepatan penanganan wabah SARS COVID-19. Salah satunya adalah untuk penyelesaian pembangunan 2 gedung Rumah Sakit Akademi (RSA) UGM.

"Anggaran untuk kegiatan tahun 2020 dipangkas sekitar 50 persen, anggaran itu nantinya dialihkan untuk penanganan wabah COVID-19, salah satunya adalah penyelesain 2 gedung RS Akademi UGM," ungkap Aief Wahyu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasana Permukiman Balai PPW DIY.

Baca juga

Penyelesaian lanjutan pembangunan 2 gedung RSA UGM menjadi prioritas sebab nantinya akan digunakan untuk ruang rawat isolasi kritis tekanan negatif, Poli klinik Covid-19 dan gudang logistik, serta ruang ganti medis dan ruang istirahat petugas medis.

Pelaksanaan pembangunan mendapat pengawasan langsung dari Kementrian PUPR. Bangunan yang nantinya akan memiliki 107 rawat inap tersebut, kemarin Rabu (29/4/2020) mendapat tinjauan langsung Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Kedatangannya ingin memastikan pelaksanaan sesuai rencana, targetnya akhir Mei sudah rampung.

{$lg[1]}
Kepala Satker Pelaksanaan Prasana Permukiman Balai PPW DIY.

Sementara itu, Arief megatakan sejumlah proyek yang rencananya akan dilaksanakan tahun ini terpaksa ada yang dibatalkan. Pembatalan tersebut menyusul adanya refocussing anggaran yang dilakukan oleh Kementrian PUPR.

Proyek yang dibatalkan akibat imbas COVID-19 itu salah satunya adalah Proyek SPALD-T Depok. Proyek yang bernilai Rp 40 Miliar tersebut sudah dilelang  BP2JK dan telah mengasilkan pemenangnya. Namun terpaksa harus dibatalkan, karena didrop pusat.

Selain itu, ada proyek yang sama yakni SPALD-T Bambanglipuro. Berbeda dengan Depok, proyek ini tetap dilaksanakan tetapi dengan pemotongan anggaran. Pemotongan tersebut, lanjut dia, sifatnya tidak permanen, karena nilai kontraknya tetap. Hanya saja yang disediakan tahun ini hanya sebagian, sisanya akan diserap tahun depan dan dengan otomatis kontraknya menjadi multi years contract (MYC)

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News