SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pengendara yang biasa melewati Jalan Kebon Agung diharap berhati-hati dan memerlambat laju kendaraannya. Sebab di daerah itu, persisnya di selatan gedung Youth Centre, Balai Pemuda dan Olah Raga, di Desa Tolgoadi, Kecamatan Mlati, dipasang pita penggaduh atau pita kejut.
Penelusuran media ini di lapangan, tampak sejumlah pengendara roda 2 justru menghindar pita kejut yakni penambahan ketingggian berupa garis-garis tak rata tersebut. Pengendara memilih melintas di sisi jalan, meski sebagian lagi tetap saja tidak mengurangi kecepatan. Ada pula yang terlihat gugup sehingga terpaksa melakukan pengereman secara mendadak.
Baca juga
Menurut Parman, salah satu skuriti Youth Centre, pemasangan pita kejut dilakukan oleh Dishub Sleman atas permintaan dari Kantor Inspektorat DIY yang berada satu komplek di Youth Centre. Di kompleks yang sama juga ada kantor milik Dinas Pendidikan Sleman.
"Pemasangan pita kejut berdasarkan permintaan kantor Inspektorat, di belakang ini kan perkantoran, kalau mau nyebrang kan susah, soalnya yang lewat pada kenceng-kenceng," terang Parman, kemarin.
Dijelaskanya, sejak dibangun telah melalui 3 kali perubahan. Pertama dibuat 3 pita kejut, tahap ke dua dengan merekayasa lebih tinggi. Dan ketiga dibangun lebih tinggi dengan jumlah 4 garis. ”Baru terpasang hampir 1 bulan ini. Harapanya pengendara lebih hati-hati dan penyebrang jalan lebih aman," kata dia.
Menyoal prosedur penempatan, Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Sulton Fantoni, memastikan telah sesuai secara teknis. "Secara teknis sih sudah sesuai, hanya mungkin rasa guncanganya masih terlalu keras," ungkap Fantoni.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |