Baru Berumur Setahun, Jalan Clereng - Sidomulyo Kok Sudah Rusak Lagi
Senin, 12 Agustus 2019 06:54 WIB

Jalan+Clereng+-+Sidomulyo+rusak

KULONPROGO (wartakonstruksi.com) - Jalan Clereng – Sidomulyo sepanjang tidak kurang dari 5 kilometer kembali mengalami kerusakan. Padahal jalan yang pernah menjadi polemik berkepanjangan antara warga Desa Sidomulyo dengan perusahaan tambang ini, mulai diperbaiki sejak bulan April 2018 silam dengan dilakukan peningkatan berupa cor beton, namun hanya berumur setahun sudah mulai rusak lagi.

Jalan ini cukup strategis karena menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Pengasih dan Kecamatan Girimulyo. Jalan ini juga menjadi akses menuju sejumlah obyek wisata, seperti Goa Seplawan, Goa Kiskendo, Taman Sungai Mudal, Kedhung Pedhut serta Kembang Soka. Kini cor beton terlihat mulai rusak berupa retakan maupun terkelupas. Kerusakan dikhawatirkan makin meluas saat musim hujan tiba.

Baca juga

Dari pemantauan dilokasi, keruskan terlihat di lebih dari 3 titik. Pada bagian cor beton yang rusak tampak batu kerikil yang menjadi salah satu material campuran, berserakan. Sejumlah retakan juga tampak di sepanjang jalur tersebut.

Salah satu koordinator Paguyuban Warga Peduli Sidomulyo, Drs. Catur Wijiyana, menuturkan hasil perbaikan jalan tersebut cukup mengecewakan lantaran belum terlalu lama sudah mengalami kerusakan. “Dulunya jalan ini aspal yang cukup bagus, saat ada angkutan tambang mulai rusak – rusak. Beberapa kali kita mengadakan aksi akhirnya dari perusahaan sanggup memperbaiki, tapi ini juga baru sekitar setahunan sudah mulai rusak lagi,” keluh Catur.

{$lg[1]}
Cor beton pada ruas Jalan Clereng - Sidomulyo rusak lagi padahal baru setahun diperbaiki. Foto: Bhisma Bharata

Dia mengungkapkan, saat tengah dilakukan perbaikan diduga pembesian dari cor beton ini tidak sesuai dengan beban dari angkutan armada tambang yang selalu melintas di jalan tersebut. “Pernah beberapa kali lihat pas diperbaiki, dari perkiraan saya pembesiannya yang tidak sesuai, kalau enggak salah sekitar ukuran 8 milimeter. Padahal truk yang lewat sini biasa membawa material dengan beban sekitar 10 ton bisa juga malah lebih,” tandasnya.

Ditambahkan, saat dilakukan sosialisasi pada awal tahun 2018 silam oleh Dinas PUPKP, pernah dijanjikan lapisan aspal usai dilakukan perbaikan oleh perusahaan tambang. Sayangnya, janji itu menguap dan belum terealisasi sampai sekarang. “Belum juga direalisasi malah malah sudah rusak duluan,” pungkasnya.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News