Embung Tambakboyo Kumuh, Forpi Sleman Pertanyakan Status Pengelolaan
Sabtu, 19 Oktober 2019 12:10 WIB

Embung+Tambakboyo+tampak+kumuh+dipenuhi+sampah+

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Minimnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungkan masih menjadi problem klasik yang ada di tengah masyarakat saat ini. Salah satu contoh potret tersebut terlihat di permukaan embung Tambakboyo, Condongcatur, Sleman.

Embung yang dibangun dengan puluhan miliar uang rakyat tersebut saat ini terlihat tampak kumuh. Di sejumlah titik pada permukaan embung terdapat tumpukan sampah. Pemandangan ini tentu menjadi potret abainya pihak terkait dalam memelihara aset tersebut.

Baca juga

Anggota Forpi Sleman, Taufik B.Sc saat dikonfirmasi wartakonstruksi.com mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi di embung Tambakboyo saat ini. Bahkan ia mengatakan instansi yang berwenang seakan abai, karena kondisi tersebut kerap terjadi.

Menurut Taufik, selain penyangga muka air tanah embung Tambakboyo dapat menjadi destinasi wisata. Namun untuk mewujudkan semua itu, lanjut dia, harus ada pengelolaan yang baik, supaya kedua manfaatnya dapat berfungsi dengan baik.

"Embung Tambakboyo saat ini sudah menjadi destinasi wisata, setiap akhir pekan lokasi tersebut selalu dikunjungi oleh masyakarat bahkan sering digunakan untuk kegiatan jalan sehat dan kegiatan lainnya," ungkap Taufik.

Oleh karena itu dia mendorong pihak pemerintah untuk serius dalam mengelola embung tersebut. Mengingat saat ini aset embung Tambakboyo masih milik pusat, agar lebih optimal dalam perawatannya dia mempertanyakan apakah itu bisa diserahkan ke daerah.

Lebih lanjut ia menambahkan, proses peralihan kepemilikan embung mestinya segera ditindaklanjuti, dalam hal ini pemkab Sleman harus terus memperjuangkannya agar pengelolaan embung bisa dilimpahkan.

"Ini salah satu PR bapak Bupati Sleman dan kepala Dinas PU Sleman yang belum terselesaikan untuk memperjuangkan embung Tambakboyo bisa dilimpahkan pengelolaanya," pungkasnya.

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News