Habiskan Dana Belasan Miliar, IPLT Madurejo Sudah Berhenti Beroperasi Sejak Desember
Selasa, 16 Juni 2020 07:58 WIB

IPLT+Madurejo+setop+beroperasi+sejak+Desember+2019

SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Baru satu tahun beroperasi IPLT Madurejo harus berhenti beroperasi. Pemberhentian tersebut menyusul adanya desakan warga yang tinggal di sekitar lokasi, mereka merasa sangat tidak nyaman dengan bau yang dihasilkan instalasi limbah tersebut.

Instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT) yang berlokasi di Desa Madurejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman tersebut dibangun kementian PUPR 3 tahun silam (Tahun 2017) sedianya untuk meningkatkan pelayanan sanitasi sebagai salah satu pelayanan dasar kepada masyarakat.

Baca juga

Namun nahas, tujuan tersebut tidak berbanding lurus dengan masyarakat setempat. Respon miring di alamatkan warga kepada tempat pengolahan limbah tinja tersebut. Pasalnya aroma bau menyengat yang dihasilkan IPLT sangat menggangu kenyamanan masyarakat sekitar.

Desakan warga setempat akhirnya berujung pada pemberhentian aktivitas pengolahan limbah. Pemberhentian dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan, sampai ada win win solusi terhadap apa yang terjadi saat ini.

"Pemberhentian aktivitas pengolahan limbah tinja di mulai pada bulan Desember tahun lalu," ungkap Heru salah satu operator yang bertugas di IPLT Madurejo saat dikonfirmasi awak media ini, Senin (15/6/2020).

Sebelum diberhentikan warga, IPLT baru beroperasi sekitar satu tahun, pemberhentian operasi tersebut atas desakan warga yang mengklaim tidak merasa nyaman akibat bau yang ditimbulkan IPLT dengan kapasitas 12.500 KK atau 50.000 jiwa.

Pihak Pemkab Sleman, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, lanjut dia, sudah berupaya untuk mengurangi bau yang mengarah ke sebelah barat dengan membangun pagar dengan dinding, namun sayang, itu saja belum cukup meredam aroma bau tersebut.

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada kepastian kapan akan mulai beroperasi lagi. Sebelumnya ada rencana dibuka pada bulan April, namun akibat adanya pandemi Covid-19 rencana tersebut gagal.

 

Penulis : D-PS
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News