YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Penataan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mendesak dilakukan. Skema sanitary landfill yang saat ini dilakukan tidak memungkinkan untuk diteruskan. Karenanya dibutuhkan skema baru untuk mengelola sampah di TPST ini.
Pemda DIY sendiri bersiap mengubah skema pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi baru. Teknologi ini akan menggantikan skema sanitary landfill yang saat ini digunakan. Tapi, dibutuhkan dana besar untuk membangun infrastrukturnya.
Baca juga
Nah, untuk keperluan itu Pemda DIY membidik dana dari pemerintah pusat. Tapi dana itu baru dimungkinkan masuk untuk dukungan infrastruktur TPST setelah ada review desain. Proses review sudah mulai berjalan dan akan selesai pada akhir tahun ini.
"Jadi memang kita sedang menyusun review desain yang dulu dibuat tahun 2017, biar APBN bisa masuk. Ini kan juga mau kita KPBU-kan harus ada review dulu," ucap Kabid Cipta Karya Dinas PUP ESDM DIY, Arief Azazi Zein ST M. Eng, kemarin.
Menurut Arief, review desain diperlukan lantaran usia rencana TPST Piyungan hanya sampai 2019 ini. Terlebih skema sanitary landafill yang saat ini diterapkan di TPST itu sudah tidak mungkin dilanjutkan karena lahan yang tersedia tidak lagi memadai.
Nantinya, pengelolaan sampah TPST Piyungan sudah menggunakan teknologi sehingga lebih efisien dan residu yang dihasilkan lebih sedikit. "Sekarang kam 1 truk datang terus ditimbun, nanti 1 truk diolah dengan teknologi jadi residunya sedikit," jelasnya.
"Review sampai akhir tahun, harapannya tahun depan sudah ada anggaran masuk. Sekarang ini sudah kita bangun tanggul penahan dinding TPST, nanti penataan infrastrukturnya diteruskan dengan dana dari pusat.
Ditambahkan, Pemda pernah membeli lahan untuk perluasan TPST Piyungan namun hanya bisa dapat 1,9 hektare. Sehingga alih teknologi pengolahan sampah sangat diperlukan.
Saat ini kondisi TPST Piyungan sudah jauh dari kata memadai. TPST yang setiap hari menerima 650 ton sampah sudah overload, padahal TPST itu satu-satunya TPST yang ada di DIY. Belakangan ini, beberapa persoalan mencuat ke permukaan termasuk persoalan dengan warga sekitar.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |